Kunjungi BBPVP Bandung, Ketua DPRD Kota Sukabumi : Perkuat Kolaborasi Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja

KABARINDAH.COM, Sukabumi—Pimpinan DPRD Kota Sukabumi melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Senin (27/4/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja.

Dalam kunjungan tersebut hadir Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asyari dan Kepala BBPVP Bandung Reni Rosyida Muthmainnah.

Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda mengatakan, pertemuan ini juga menjadi ajang perkenalan dengan Kepala BBPVP Bandung yang baru. Namun demikian, fokus utama tetap diarahkan pada upaya pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui program vokasi yang tepat sasaran.

“Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk menjajaki peluang-peluang pelatihan vokasi yang dapat disinergikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Sukabumi,” ujar Wawan.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan vokasi menjadi kunci dalam menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki produktivitas dan daya saing tinggi.

“Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa mencetak generasi yang siap kerja dan mandiri secara ekonomi,” kata dia. Sementara itu, BBPVP Bandung sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Tenaga Kerja memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi.

Program-program yang dikembangkan diharapkan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat, termasuk dari Kota Sukabumi.
Ke depan, hasil pertemuan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, terutama dalam penyelarasan kebutuhan industri dengan kurikulum pelatihan vokasi.

Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya siap kerja, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.