Konflik Israel-Palestina & Peran Liga Arab

  • Bagikan

Muhamad Awod Faraz Bajri, M.Ag, Dosen Sosiologi Agama Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin Purwakarta; Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

KABARINDAH-Kunci inti dalam menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina adalah Negara-negara Arab terutama yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam karena merekalah yang mengetahui seluk beluk Wilayah dan Karakteristik Masyarakat Israel dan Palestina tetapi dengan syarat Negara-negara Barat tidak boleh ikut terlibat secara lebih Jauh untuk menentukan arah penyelesaian konflik ini, selama pemimpin eropa terlibat penuh, maka persoalan kawasan timur tengah tidak akan pernah selesai.

Konflik Israel-Palestina Terus Terjadi

Konflik Israel dan Palestina kembali bergejolak dikawasan timur tengah sampai saat ini dan gerakan zionisme israel terus melakukan penjajahan di dikawasan palestina dengan tujuan untuk terus menguasai tanah dan merampas hak-hak warga palestina dengan target membuat permukiman yahudi diatas tanah negara palestina dan kejadian ini sudah berlangsung puluhan tahun.

Zionisme Israel dengan dibantu pemimpin negara negara barat akan terus melakukan gerakan politik dikawasan palestina sampai misi politiknya tercapai karena didukung penuh sekutu dekatnya Amerika Serikat dan Inggris, zionisme terus melakukan kejahatan kemanusian kepada rakyat palestina yang sangat minim peralatan dalam melawan keganasan petinggi zionisme Israel.

Tindakan yang dilakukan oleh israel terinspirasi oleh teori Machiaveli dalam filsafat politiknya yang mengatakan bahwa “Politik bisa menghalalkan cara termasuk dengan cara membunuh manusia” tesis inilah yang digunakan oleh Zionisme untuk menghancurkan rakyat palestina.

Semua cara dilakukan oleh zionis israel supayat tujuan politiknya berhasil dan zionis sudah tidak lagi memperdulikan tindakannya yang sudah menghancurkan kemanusian di palestina terutama di Jalur Gaza, terpenting bagi mereka tanah palestina harus dikuasai dan rakyat-rakyat palestina harus keluar dari tanahnya termasuk dengan merusak harkat kemanusian warga Palestina seperti melakukan pembunuhan terhadap warga sipil yang tak berdosa, anak anak kecil dan orangtua yang sudah lemah yang tidak lagi diberikan ruang gerak untuk bernafas, bahkan setiap hari sekolah di Palestina menjadi sasaran roket pasukan Israel, dan setiap saat mereka harus menghadapi bahaya yang taruhannya nyawa, dan tak luput pasukan Israel selalu menjaga aktivitas keagamaan warga Palestina sehingga mereka tidak merasakan ketenangan dalam melakukan kegiatannya termasuk ibadah dan perdagangan karena gerak gerik mereka selalu mendapatkan pengawasan yang sangat ketat dari tentara Israel dan yang lebih mengkhawatirkan lagi setiap waktu mereka harus berhadapan dengan Israel yang tanpa ada rasa perikemanusian selalu memuntahkan peluru ke arah wajah penduduk Palestina.

Akan tetapi palestina tidak akan pernah diam melihat kejahatan kemanusian yang dilakukan oleh para zionisme Israel ditanah mereka, dengan dibekali ilmu yang kuat dan alat yang sangat minim, warga Palestina melakukan berbagai cara bahkan nyawa mereka pertaruhkan demi mempertahankan tanah air mereka, sebab kemerdekaan harus terus diperjuangkan di negeri yang mereka cintai, dan philosofi hidup warga Palestina adalah “Hidup Mulia atau Mati dalam keadaan Syahid”

Perjuangan Hamas di Mata Rakyat Palestina
Hamas adalah salah satu organisasi yang paling berpengaruh dikawasan timur tengah termasuk di dalam negeri Palestina, karena hamas merupakan faksi yang sangat didukung oleh mayoritas masyarakat paletina dibandingkan dengan rival terberatnya fatah, karena organisasi yang didirikan oleh Syeh Ahmad Yassin banyak mengajarkan nilai nilai Universal islam kepada masyarakat terutama masalah bagaimana membaca Al-Quran yang benar dan baik, dan banyak melakukan aktivitas-aktivitas sosial yang banyak dirasakan manfaat nya oleh masyarakat Palestina, bahkan hamas banyak membantu warga palestina yang membutuhkan bantuan dan memberikan bantuan biaya terhadap orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan agar mereka bisa bangkit dari keterperukan hidup, dan tak lupa juga petinggi-petinggi hamas membantu anak anak yang melanjutkan sekolah agar kelak mereka bisa menjadi pemimpin Islam yang cerdas dan bertakwa kepada Allah, bahkan pendiri hamas Syeh Ahmad Yasin mampu melahirkan ribuan para penghapal Al-Quran dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama.

Meminjam Pernyataan Sara Roy yang dikutip dari Haris Priyatna bahwa hamas menjalankan jaringan sosial terbaik di jalur gaza, terorganisir dengan baik,dan hamas telah dipercaya untuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial dan dianggap organisasi yang bersih dari korupsi ketimbang patronase yang diperlihatkan oleh partner nasionalis sekulernya. Dan lembaga perserikatan bangsa-bangsa UNRWA (United Nations Relief and Works Agency), menegaskan bahwa hamas merupakan satu satunya organisasi yang sangat dipercayai untuk mendistribusikan bantuan pangan kepada masyarakat, kepercayaan inilah yang dimanfaatkan secara baik oleh para petinggi hamas untuk terus berjuang bersama rakyat palestina dalam rangka membebaskan palestina dari cengkaraman zionisme Israel.

Ada seorang profesor yang diusir dari Israel yang bernama Ilan Pappe pernah mengatakan bahwa “Saya mendukung perlawanan hamas terhadap pendudukan Israel, negara apapun yang melakukan pendudukan tidak bisa disebut demokratis”termasuk mendiang Israel Shahak atau Benjamin Beit-Hallahmi pernah mengkritik kekerasaan Israel terhadap palestina dan menyatakan bahwa perdamaian dengan Palestina hanya bisa tercapai jika Israel menyingkirkan ideologi zionisnya, selama ideologi ini masih bertahan maka proses perdamaian tidak akan pernah terjadi, bahkan petinggi hamas pernah mengeluarkan pernyataan kerasnya bahwa hamas dan warga palestina tidak akan pernah mau melakukan perdamaian dengan Israel, selama blokade atas Palestina yang sudah berlangsung puluhan tahun tidak dicabut oleh Pemerintah Israel

Hizbullah Akan Bereaksi
Hamas dan Hizbullah adalah dua faksi oposisi Israel dari dua madzhab yang berbeda bersepakat akan meningkatkan koordinasi untuk terus memperlemah pasukan zionis Israel di dua front yang berbeda,utara dan selatan.Dua organisasi ini dari dulu telah bahu membahu menjalin kerja sama yang intensif untuk membebaskan umat Islam di palestina dan lebanon, berbagai stigma muncul yang menyatakan bahwa dua madzhab terbesar ini sulit untuk bersatu tidak berlaku bagi para pejuang dari dua kelompok tersebut
Meminjam Pernyataan Syech Mustafa Ibrahim bahwa hamas akan terus mendorong rakyat palestina, Arab dan Muslim dimana pun berada agar bisa mencontoh pasukan Hizbullah dalam perjuangan membebaskan tanah palestina dari penjajahan dan penindasan zionis, kemunduran zionis dari lebanon menunjukkan bahwa resistensi dan jihad adalah salah satu cara untuk membebaskan Palestina,sebab bahasa resistensi dan darah merupakan satu-satunya bahasa yang dipahami oleh zionis.

Menurut pengamat timur tengah,Smith Al-Hadar pernah mengungkapkan bahwa jalinan kerja sama antara Hamas dan Hizbullah merupakan konsekuensi logis dari dua warga Islam yang menghadapi musuh bersama, yakni zionisme Israel, bahkan pengamat itu tidak pernah menolak informasi adanya hubungan yang cukup dekat antara pemimpin Hamas dan Hizbullah sebab kedua pemimpin ini memiliki pandangan yang sama dalam konteks perjuangan melawan zionisme Israel, sehingga kalau terjadi yang sangat kritis di jalur gaza maka kemungkinan besar hizbullah akan membantu perjuangan palestina yang sudah sangat mendesak akibat keganasan Zionisme Israel.

Bersatunya Hamas dan Hizbullah, menurut Smith akan semakin mempersulit posisi Israel.Sebab Israel akan membuka dua front sekaligus untuk menghadapi para pejuang hamas disebelah timur Israel dan Hizbullah disebelah utara Israel,ketika konflik palestina-Israel meningkat, Hizbullah akan terus bergerak dan menyerang Israel karena para pemimpin hizbullah sangat tidak rela kalau saudara-saudaranya di palestina dibantai dan dihancurkan oleh para zionis.Ini merupakan komitmen moral spritual yang tinggi diantara para petinggi dalam dua madzhab ini dalam membebaskan warga palestina yg sudah lama menderita akibat blokade Israel atas Palestina.

Liga Arab Terbelah Menyikapi Konflik Israel-Palestina

Peran liga Arab dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina sangat strategis karena secara wilayah geografis dekat dengan daerah konflik, bahkan negara Arab mengetahui betul seluk beluk karakteristik masyarakat yang sedang bergejolak, semestinya hal seperti ini harus dimanfaatkan oleh para pemimpin negara Arab untuk terus melakukan komunikasi secara intensif dengan kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik dengan memberikan kemerdekaan kepada palestina dan bisa hidup berdampingan, sebab masyarakat Internasional mengetahui bahwa Israel telah merampas hak-hak warga palestina belasan tahun yang lalu dan sekarang mereka terus membuat pemukiman diatas tanah Palestina, persoalan inilah yang membuat konflik terus terjadi karena palestina akan terus melawan kalau tanah yg menjadi miliknya diambil oleh Israel.

Masyarakat Internasional melihat bahwa liga Arab tidak satu suara dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina,bahkan ada beberapa negara Arab yang tidak serius dan mencoba membuat situasi di timur tengah menjadi tidak kondusif bagi proses penyelesaikan konflik, pemimpin Arab banyak yang mengecam tetapi miskin aksi politiknya, termasuk ada beberapa anggota liga Arab yang memberikan dukungan terhadap zionisme Israel baik secara politik atau dukungan dana, sehingga pemerintah Israel menjadi tumpuan bagi sebagian negara Arab dalam mengimbangi kekuataan politik Iran dan Suriah yang memiliki pengaruh luar biasa dikawasan Timur tengah, hal seperti inilah yang oleh sebagian pemimpin Arab ditakuti dan dikhawatirkan, sebab kalau kekuatan politik kedua negara ini dibiarkan maka akan berbahaya bagi kepentingan ekonomi sebagaian negara Arab yang sangat pragmatis dan hedonistik.

Liga Arab hanya memiliki kekuatan secara de jure sedangkan secara de facto negara Arab tidak mampu menyelesaikan konflik Israel-Palestina, padahal kalau para pemimpin Arab serius dan memiliki komitmen moral, pertikaian antara dua negara ini bisa diredam, paling tidak ada gencatan senjata supaya tidak ada lagi korban sipil yang tidak berdosa dan tidak kembali berjatuhan tetapi apa yang terjadi negara Arab menjadi mitra bisnis strategis bagi Israel sehingga warga palestina terus mendapat tekanan dan gempuran dari Israel yang pada akhirnya lahirlah gerakan intifdha untuk melakukan perlawan terhadap zionisme Israel.

Sementara Raja Yordani dalam wawancara dengan salah satu TV Israel dengan terang terangan mengatakan bahwa arab saudi dan Yordania akan memberikan jalan supaya terjadi penerimaan yang baik bagi Israel.

Sebagai umat manusia terutama sebagai muslim bahwa sebagaian negara Arab yang mayoritas Islam secara ideologi sama dengan palestina membiarkan kekejaman yang terus dilakukan oleh zionisme Israel terhadap saudara- saudaranya di Palestina, kenapa seperti ini mereka lakukan? Ternyata kepentingan bisnis yang telah membuat sebagaian para pemimpin Arab lupa dan serius dalam membantu perjuangan rakyat palestina melawan agresi militer Israel.

Sebenarnya konflik Israel-Palestina bisa diselesaikan dengan resolusi konflik yang baik dengan mediasi negara negara Arab kalau para pemimpin Arab serius dengan langkah politik yang cerdas untuk menyelamatkan dan mengakhiri konflik dikawasan timur tengah terutama antara palestina dan Israel, akan tetapi seperti mereka lebih sibuk mengurusi kepentingan bisnisnya daripada harus ikut terlibat secara penuh dalam menciptakan proses perdamaian dikawasan yang kaya akan minyak.()

  • Bagikan