Halal  

Jangan Terjebak Iklan, Ini Cara Memilih Minyak Goreng Berkualitas

KABARINDAH.COM — Melawati (32 tahun) sedikit kecewa. Minyak goreng yang baru dibeli di pasar ternyata berbau tengik. Alhasil minyak goreng tersebut tidak bisa dipakai. Padahal, ia telah membeli dalam jumlah yang banyak. Terlebih, minyak goreng itu bakal dipakainya untuk memasak hidangan yang akan disajikan untuk acara syukuran di rumahnya.

Mungkin tak hanya Melawati yang pernah mengalami masalah seperti itu. Agar pengalaman buruk seperti itu tak terulang, tentu Anda perlu mengenal jenis-jenis minyak goreng yang beredar di pasar. Anda juga penting tahu cara memilih minyak goreng yang berkualitas baik.

Ada plus-minus
Menurut Dosen Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Semangat Ketaren, saat ini ada beberapa jenis minyak goreng yang beredar di pasaran. Yang paling banyak beredar adalah minyak goreng kepala dan minyak goreng kelapa sawit.

Baca Juga:  BAZNAS Tawarkan Kemudahan Berzakat Melalui Pospay

”Selain itu, dalam jumlah kecil juga beredar minyak jagung, kedelai, dan kacang tanah,” ujarnya. Malah, sambung dia, ada pula produk minyak dalam bentuk padat, seperti margarin dan shortening (mentega putih). Minyak dalam bentuk padat ini ada yang digunakan untuk bahan pengoles pada roti (table fat) dan pembuatan kue (shortening).

Apa saja kelemahan dan kelebihan setiap jenis minyak goreng ini? Menurut Ketaren, minyak kelapa memiliki ciri khas berwarna bening dan beraroma khas minyak kelapa. Keunggulannya, minyak kelapa ini membuat masakan atau makanan yang digoreng menjadi lebih gurih.

Selain itu, minyak kelapa juga mengandung asam lemak tidak jenuh atau asam lemak esensial sekitar 6 sampai 10 persen. ”Keunggulan lainnya, minyak kelapa ini lebih tahan terhadap kerusakan akibat pemanasan selama menggoreng,” tuturnya.

Minyak sawit, menurut Ketaren, memiliki ciri khas tersendiri. Minyak jenis ini mengandung asam lemak tidak jenuh dalam jumlah yang lebih besar antara 38 sampai 50 persen. Nah, minyak yang satu ini mengandung karoten (pro vitamin A) lebih tinggi. ”

Baca Juga:  3 Sajian Ikan Patin Lezat yang Wajib Anda Cicipi, Ini Resepnya

Kelemahannya, minyak ini kurang tahan terhadap suhu menggoreng dibandingkan dengan minyak kelapa,” tuturnya.

Minyak sawit juga berkhasiat mencegah penumpukan kolestrol dalam pembuluh darah. Lain lagi minyak yang berasal dari biji-bijian. Minyak kedelai, jagung, dan kacang tanah mengandung asam lemak esensial dalam jumlah besar, lebih dari 80 persen.

Tak cuma itu. Minyak goreng jenis ini juga mengandung vitamin A, D, dan E. Dengan begitu, nilai gizinya lebih tinggi. ”Minyak ini juga mampu mencegah penumpukan kolestrol dalam pembuluh darah,” ungkap Ketaren.

Banyak ibu-ibu bertanya, jenis minyak goreng apa yang bagus untuk digunakan memasak? Menurut Ketaren, minyak kelapa dan sawit baik untuk digunakan menggoreng bahan pangan secara gangsa (pan fat frying) maupun menggoreng secara merendam (deep fat frying). Sedangkan, minyak jenis margarin dan minyak biji-bijian hanya cocok untuk menggoreng bahan pangan secara gangsa.

Baca Juga:  Muslimah, Gaya Hidup, dan Ketaatan Pada Aturan Allah

Saat ini, berbagai iklan minyak goreng mengklaim sebagai produk yang bebas kolestrol. Benarkah ada minyak goreng yang mengandung kolestrol? Ketaren menegaskan, minyak goreng nabati seperti minyak goreng; kelapa, sawit, jagung, kacang tanah, dan kedelai tak mengandung kolestrol. ”Namun, minyak goreng nabati ini hanya mengandung sterol yang dikenal dengan nama fitosterol,” ungkapnya.

Dan, jangan lupa…. Pilihlah minyak goreng yang sudah mendapat sertifikasi halal. Pastikan ada logo halalnya. Agar apa yang kita konsumsi benar-benar halalan thayiban.

 

Sumber: Heri Ruslan/Harian Republika