Hujan Deras Sebabkan Jembatan Lingkungan Roboh di Kota Sukabumi

  • Bagikan

KABARINDAH.COM–Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Sukabumi dan sekitarnya sore ini, Selasa (21/9). Di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong hujan ini menyebabkan sebuah jembatan lingkungan roboh.

Saat ini petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi telah diterjunkan ke lokasi bencana. Data BPBD Kota Sukabumi menyebutkan jembatan ini berada di jalan Lingkungan, Kampung Nagrak Taman Bahagia perbatasan RW 01 dan RW 08 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

” Kronologis kejadian pada pukul 15.40 WIB, hujan lebat mengakibatkan arus air anak Sungai Cipelang sangat deras,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Whardani. Kondisi ini mengakibatkan tergerusnh pondasi jembatan sehingga roboh. Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.

Baca Juga:  Peduli Gender, Pemkot Sukabumi Raih Penghargaan APE Kategori Utama

Imran menjelaskan, panjang jembatan roboh yakni 4 meter dengan lebar 1.8 meter dan tinggi 3 meter. Taksiran kerugian sekitar Rp 35 juta.

Jembatan Lingkungan ini merupakan jembatan penghubung RW 08 dan RW 01, namun masih ada jalan alternatif lainnya. Dimana warga sering melintas melewati jalanan tersebut.

Hingga Selasa malam hujan masih mengguyur Kota Sukabumi. Warga dan aparat harus terus siaga menghadapi potensi bencana.

Sebelumnya, aparatur pemerintah dan warga di Kota Sukabumi diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Hal ink mengacu pada surat edaran Wali Kota Sukabumi Nomor 360/989/BPBD/20211 tentang Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi tertanggal 17 September 2021.

Baca Juga:  Dukung Usaha Mikro, Pemkot Sukabumi Fasilitasi Perizinan Kerjasama

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami menjelaskan edaran Wali Kota ini dalam mendorong kesiapsiagaan segenap lapisan masyarakat.

Hal ini merujuk pada hasil rapat koordinasi peringatan dini dan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang digelar BNPB dan BMKG pada 14 September 2021.

  • Bagikan