KABARINDAH.COM, JEPARA– Ketua Umum Gerakan Indonesia Makmur (GIB) Ayep Zaki mengisahkan perjalanan panjang pendirian Lembaga Wakaf Doa Bangsa (LWDB) yang turut mendukung program Beasiswa Bintang. Salah satu program strategis GIM untuk mewujudkan kemakmuran pendidikan bagi seluruh warga Indonesia, terutama kalangan warga kecil dan rentan.
“Lembaga Wakaf Doa Bangsa didirikan pada tahun 2023 dengan tujuan menyejahterakan masyarakat Indonesia. Lembaga ini dirintis bersama rekan-rekan pengusaha dengan prinsip menyisihkan keuntungan usaha untuk LWDB,” terang Ayep Zaki saat peluncuran program beasiswa untuk siswa Sekolah Dasar (SD) di Jepara, Jawa Tengah, Rabu (4/11/2026). Selain dihadiri Ketua Umum GIM, acara tersebut juga dihadiri perwakilan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Entus Wahidin, perwakilan Badan Wakaf Indonesia Kiai Usman, Anggota DPRD Kabupaten Jepara Fara Elfirajun, dan Sekretaris Jenderal GIM Agustinus Moruk Taek.
Lebih jauh Ayep menuturkan, program Beasiswa Indonesia untuk Generasi Gemilang (Beasiswa Bintang) memiliki target awal penyaluran adalah lima siswa SD di Jepara yang berasal dari keluarga ekonomi lemah, tetapi berprestasi secara akademik. “Meskipun proses penyaluran masih membutuhkan penyelesaian administrasi lanjutan, tapi perwakilan GIM telah secara sah menyeleksi dan menyerahkan secara simbolis beasiswa tersebut kepada kelima siswa terpilih,” jelasnya.
Ayep Zaki berpesan agar para penerima Beasiswa Bintang dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan baik dan lebih giat belajar. “Sehingga kelak ketika sudah bekerja bisa berwakaf untuk orang lain,” imbuhnya.
Perwakilan FKDB, Entus Wahidin menjelaskan pengertian wakaf, terutama pengertian dasar, proses, dan manfaat wakaf. Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Jepara Fara Elfirajun, selaku wakif (pemberi wakaf) GIM, berpesan kepada penerima beasiswa untuk belajar lebih giat sehingga berprestasi di jenjang SD hingga perguruan tinggi nantinya.
“Wakaf bertujuan untuk pahala di dunia dan akhirat, sebagaimana yang diajarkan agama Islam,” ujar Fara. <span;>Sedangkan Kiai Usman dalam sambutannya merasa takjub karena yang berwakaf di GIM tidak hanya yang beragam Islam, tetapi juga yang beragama non-Muslim dan kepercayaan lainnya.
“Wakaf tidak hanya kewajiban yang dilaksanakan oleh masyarakat yang beragama Islam, tetapi juga oleh semua agama,” terang Usman. Harapannya kegiatan ini akan terus berlanjut, dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyalurkan beasiswa bagi anak-anak di Jepara.
Di tempat yang sama, Agustinus Moruk Taek menjelaskan bahwa pemberian Beasiswa Bintang merupakan program GIM yang bersumber dari wakaf para wakif. Salah satunya ialah Ibu Fara Elfirajun. “Melalui Ibu Fara, GIM menyalurkan beasiswa untuk kelima siswa SD terpilih. Tidak hanya menerima Beasiswa Bintang, melalui program ini, adik-adik dan bapak/ibu telah menjadi bagian dari anggota Gerakan Indonesia Makmur dan dapat menerima beberapa program lainnya,” pungkas Agustinus.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan simbolis Beasiswa Bintang kepada lima siswa SD. Para siswa dan orang tua tampak senang dan antusias. Setelah sesi foto bersama, acara dilanjutkan dengan ramah-tamah sederhana sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan.(*)











