Era Internet, Skripsi Mangkrak, dan Mahasiswa tak Lulus-Lulus

  • Bagikan

Oleh Dr. Budi Santoso
Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

 

Hasil sebuah riset di Amerika menyatakan, 71% responden sepakat lebih mudah mencari informasi perusahaan di luar ketimbang di dalam perusahaan. Artinya, mungkin dapat dianalogikan karyawan pabrik mobil, lebih mudah membuat mobil di rumah ketimbang di pabriknya.

Sebelum ada internet, para mahasiswa menulis skripsi atau karya akhir harus mangkal berhari-hari di perpustakaan hanya sekadar untuk mencari referensi dengan membaca atau mengutip dari tumpukan buku. Membaca, cocok dikutip atau ditulis ulang, dan tidak lupa mencatat judul, pengarang, penerbit dan tahunnya.

Butuh keuletan dalam memilih, mengambil dan mencari halaman per halaman buku yang dibaca dan mengutipnya. Butuh waktu, ketekunan, ketabahan dan kesabaran. Mahasiswa atau siapa saja yang mau menulis di zaman sekarang, segala informasi yang kita butuhkan sudah tersedia di internet, dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

Akibat adanya Internet, mahasiswa atau siapapun tidak harus melakukan proses mencari (to search) panjang yang menguras tenaga, semuanya sudah tersanding di layar komputer, tinggal “telan” dan itu juga tidak harus mengetik ulang, hanya mem-block, copy dan paste atau copas, tidak usah menulis referensi, karena akan tertulis dengan sendirinya.

Ada kemudahan dalam proses. IT telah memenggal banyak proses yang harus dilalui seorang mahasiswa atau peneliti. Kesimpulannya mungkin informasi lebih banyak di internet ketimbang di perpustakaan kampus. Artinya meskipun di rumah saja, mungkin Anda dapat membuat skripsi atau menulis apapun daripada harus pergi ke kampus atau perpustakaan.

Sekarang di kampus hanya meninggalkan pengetahuan yang tersirat di kepala dosen-dosennya, namun tidak semua yang ada di kepala dosen dapat dituliskan. Sepertinya itulah yang menjadi salah satu unggulan jualan kampus kelak.

Pertanyaan praktisnya adalah, ketika sudah relatif begitu mudahnya “merakit” atau menulis skripsi, tetapi mengapa masih banyak mahasiswa yang mangkrak, tidak lulus-lulus?

Jawabannya mungkin ada masalah lain yang menyebabkannya, yaitu: NIAT. (*)

  • Bagikan