Kabar  

Dunia Kesehatan Terus Berkembang, Farmasi UM Bandung Siapkan Lulusan yang Selangkah Lebih Siap

Saat Dunia Kesehatan Terus Berkembang, Farmasi UM Bandung Siapkan Lulusan yang Selangkah Lebih Siap (Sumber: Humas UM Bandung).***

KABARINDAH.COM, Bandung – Memilih prodi bukan sekadar menentukan tempat belajar, tetapi mempersiapkan masa depan.

Di tengah semakin tingginya kebutuhan tenaga kesehatan profesional, Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung hadir sebagai salah satu pilihan yang semakin dilirik calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Baru memasuki usia satu dekade, UM Bandung terus menunjukkan perkembangan yang pesat.

Kampus yang berdiri pada 2016 ini kini telah memiliki lima fakultas dengan 18 program sarjana, dua program magister, dan satu Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA).

Pencapaian akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT pada 2024 semakin mengukuhkan posisi UM Bandung sebagai salah satu kampus swasta yang diperhitungkan di Jawa Barat.

Di antara berbagai prodi yang dimiliki, Farmasi menjadi salah satu yang konsisten menarik minat calon mahasiswa.

Setiap tahun, peminatnya datang tidak hanya dari Bandung Raya dan di Jawa Barat, tetapi dari luar pulau hingga mancanegara.

Tingginya animo tersebut tidak lepas dari kualitas pembelajaran, fasilitas laboratorium, dan prospek karier yang luas bagi para lulusannya.

Ketua Prodi Farmasi UM Bandung Mutiara Imansari menjelaskan bahwa Prodi Farmasi terbuka bagi lulusan SMA atau Madrasah Aliyah jurusan IPA dan lulusan SMK Farmasi ataupun bidang kesehatan lainnya.

Menurutnya, mahasiswa akan mempelajari berbagai disiplin ilmu yang menjadi fondasi dunia kefarmasian.

Mulai dari kimia farmasi, kimia medisinal, farmakologi, farmasetika, teknologi farmasi, hingga farmasi klinis dan komunitas.

“Mahasiswa belajar bagaimana obat ditemukan, diformulasikan, diproduksi, didistribusikan, hingga digunakan secara efektif, aman, dan rasional oleh pasien. Tujuan akhirnya adalah memastikan obat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mutiara, di sela-sela aktivitasnya di kampus UM Bandung, Rabu (22/07/2026).

Ia menambahkan, lulusan Farmasi memiliki peluang karier yang sangat luas.

Selain menjadi apoteker atau tenaga kefarmasian di rumah sakit dan apotek, lulusan juga dapat berkarier di industri farmasi, industri kosmetik, industri pangan, laboratorium, lembaga penelitian, instansi pemerintah seperti BPOM, Kemenkes, ataupun Dinas Kesehatan.

Bahkan, terbuka pula kesempatan menjadi akademisi ataupun membangun usaha sendiri.

Mutiara menerangkan, salah satu keunggulan Prodi Farmasi UM Bandung, selain sudah terakreditasi “Baik Sekali” LAM-PTKes, terletak pada kurikulum berbasis kompetensi yang didukung fasilitas pembelajaran modern dan dosen-dosen berpengalaman di bidangnya.

Di saat yang sama, proses pendidikan juga mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga farmasi yang kompeten, tetapi berintegritas, berkarakter, dan menjunjung tinggi etika profesi.

Pengalaman tersebut juga dirasakan langsung oleh Surya Khairul Rizky, mahasiswa Farmasi angkatan 2023.

Baginya, memilih UM Bandung menjadi salah satu keputusan terbaik dalam perjalanan pendidikannya.

“Kuliah di UM Bandung itu benar-benar keputusan yang tepat buat saya. Saya tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi pengalaman organisasi, lingkungan yang suportif, dan dosen-dosen yang selalu mendorong mahasiswa untuk berkembang,” kata Surya.

Surya mengakui bahwa kuliah di Farmasi memiliki ritme yang cukup padat.

Praktikum dapat berlangsung tiga hingga empat kali setiap pekan disertai penyusunan jurnal dan laporan praktikum yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Namun, suasana belajar yang kondusif membuat tantangan tersebut terasa lebih ringan.

“Prosesnya memang padat, tetapi karena suasananya suportif dan dosennya enak ngajarnya, jadi enggak berasa berat buat para mahasiswa,” tuturnya.

Hal lain yang menurut Surya menjadi nilai tambah adalah kualitas laboratorium yang bagus dan terus diperbarui setiap tahun.

Ketersediaan alat dan bahan praktikum yang mengikuti perkembangan teknologi membuat mahasiswa dapat belajar menggunakan fasilitas yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Tata kelola laboratorium yang semakin profesional juga menciptakan lingkungan praktikum yang aman dan nyaman.

Surya optimis prospek lulusan Farmasi akan semakin cerah seiring berkembangnya industri kesehatan di Indonesia.

Menurutnya, kebutuhan tenaga farmasi yang kompeten akan terus meningkat, baik di sektor pelayanan kesehatan, industri, penelitian, maupun pemerintahan.

“Kuliah Farmasi di UM Bandung bukan cuma memberikan bekal ilmu dan keterampilan. Namun, mempersiapkan kami agar siap bersaing dan berkontribusi secara profesional di dunia kesehatan,” pungkasnya.

Dengan kombinasi kurikulum yang adaptif, dosen berpengalaman, fasilitas laboratorium modern, serta penguatan karakter melalui nilai-nilai Islam, Prodi Farmasi UM Bandung terus membuktikan diri sebagai ruang belajar yang tidak hanya melahirkan lulusan kompeten, tetapi siap menjawab kebutuhan dunia kesehatan.

Tak heran jika program studi ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi calon mahasiswa yang ingin meniti karier di bidang kefarmasian dengan bekal akademik yang kuat dan pengalaman belajar yang menyenangkan.***(FA)