KABARINDAH.COM, Sukabumi— Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi bergerak cepat merespons kejadian bencana yang mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan pada Selasa (3/3/2026). Peristiwa tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Cikole dan Kecamatan Baros.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan monitoring dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melakukan asesmen dampak kerusakan.
Di Kecamatan Cikole, rumah warga yang terdampak berada di Jalan Rumah Sakit, belakang Gang Cikole, Kelurahan Cikole.
Sebagian bangunan dilaporkan ambruk akibat kondisi cuaca dan faktor lingkungan.
Sementara itu, kejadian serupa juga terjadi di Kampung Legok Caringin, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros. Di lokasi tersebut, sebagian struktur rumah warga mengalami kerusakan dan langsung ditangani oleh tim di lapangan.
“Tim Satgas PB melakukan pengecekan langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan kondisi bangunan dan keselamatan warga,” ujar Yoseph. Tak hanya melakukan penanganan di dua titik tersebut, tim BPBD juga melaksanakan monitoring ulang di kawasan rawan banjir limpasan, tepatnya di Jalan Sarasa, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum.
Pengecekan dilakukan sebagai langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi banjir susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi. Dalam kesempatan itu, tim Satgas PB kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran sungai maupun saluran air.
Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab tersumbatnya drainase yang dapat memicu banjir dan merusak bangunan di sekitarnya.
BPBD Kota Sukabumi memastikan akan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana serta berkoordinasi dengan aparat wilayah setempat guna meminimalkan risiko kejadian serupa. Warga juga diimbau segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kerusakan struktur bangunan atau potensi bahaya di lingkungan masing-masing.











