KABARINDAH.COM, Sukabumi— Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan korupsi serta penguatan tata kelola pemerintahan daerah. Menurutnya, integritas tidak cukup hanya menjadi komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui penggunaan anggaran yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wawan saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis (29/10/2026). Rakor ini melibatkan sejumlah lembaga strategis, di antaranya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Wawan mengatakan, kegiatan tersebut diikuti para ketua DPRD, kepala daerah, sekretaris daerah, sekretaris DPRD, serta sejumlah unsur pemerintahan dari wilayah Jawa Barat dan Banten. Dalam pertemuan itu, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pencegahan korupsi dan penguatan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Alhamdulillah, kami telah mengikuti rapat koordinasi yang diundang memang se-Jawa Barat dan Banten. Kami diberikan materi tentang pencegahan korupsi,” ujar Wawan. Ia menilai, kegiatan yang melibatkan KPK dan sejumlah lembaga pemerintah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Menurut Wawan, upaya pencegahan korupsi harus menjadi perhatian seluruh unsur pemerintahan, termasuk lembaga legislatif, agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.”Kami sangat mendukung perjuangan dan program ini yang memang setiap tahun diadakan oleh KPK dan Kemendagri, juga BPK,” katanya.
Lebih lanjut, Wawan menegaskan bahwa integritas harus dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan atau formalitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia juga menyoroti pentingnya memastikan setiap rupiah anggaran pembangunan digunakan secara tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kita berkomitmen, tidak sekadar integritas yang harus kita buktikan kepada masyarakat, tetapi bagaimana kita bisa mengimplementasikannya,” ucap Wawan. Di samping itu harus sama-sama memanfaatkan sekecil apa pun rupiah yang dipakai untuk pembangunan itu, semuanya bermanfaat untuk masyarakat.
Wawan berharap, penguatan tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi dapat terus diimplementasikan secara konsisten, sehingga pembangunan daerah berjalan transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.











