Dari Sapuan Warna Anak-anak, Kaligrafi Tumbuhkan Cinta Seni Islami di Sukabumi

KABARINDAH.COM, Sukabumi—Tangan-tangan kecil itu tampak lincah memainkan crayon warna-warni di atas lembar kaligrafi. Sebagian anak sesekali menatap contoh gambar, sebagian lain begitu percaya diri memadukan warna sesuai imajinasi mereka. Suasana Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Sabtu (23/5/2026) lalu dipenuhi keceriaan ratusan pelajar TK dan RA yang mengikuti lomba mewarnai kaligrafi yang digelar Lembaga Kaligrafi Alquran (Lemka).

Sebanyak 350 anak dari berbagai sekolah tampak antusias duduk berjejer bersama guru dan orang tua pendamping. Di tengah riuh rendah suara anak-anak, kegiatan itu tak sekadar menjadi perlombaan, melainkan ruang belajar mengenal seni Islami sejak usia dini.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Bobby Es Syawal El-Iskandar mengatakan, pameran, demonstrasi, dan lomba kaligrafi tersebut sengaja dirancang untuk menghadirkan ruang kreativitas bagi anak-anak. “Selain menjadi wadah penyaluran bakat seni, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap seni kaligrafi,” ujarnya.

Di sela kegiatan, sejumlah karya kaligrafi turut dipamerkan. Lengkungan huruf Arab yang artistik berpadu dengan sentuhan warna dari para peserta kecil menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat belajar.

Bagi anak-anak usia dini, kegiatan mewarnai bukan sekadar permainan. Dari setiap garis dan warna, mereka belajar melatih motorik halus, kesabaran, hingga konsentrasi. Tidak sedikit peserta yang tampak serius menyelesaikan gambar mereka, meski sesekali masih bercanda dengan teman sebaya.

Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, R Imran Wardhani menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang edukasi sekaligus pelestarian seni budaya Islami di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-112 Kota Sukabumi itu diharapkan dapat mendorong generasi muda terus berkarya dan mengembangkan potensi kreatif sejak dini. “Ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga sarana membangun kecintaan terhadap seni Islami dan mempererat kolaborasi dalam membangun Kota Sukabumi,” katanya.

Di tengah perkembangan era digital, suasana di Gedung Juang 45 sore itu memperlihatkan hal sederhana namun bermakna: anak-anak yang belajar mengenal seni, kesabaran, dan keindahan melalui sapuan warna pada kaligrafi.