Diskominfo Kota Sukabumi : SADA Jabar Permudah Intervensi Program

KABARINDAH.COM, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat tata kelola data pembangunan melalui platform Satu Data Jawa Barat atau SADA Jabar. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi SADA Jabar yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat pada Kamis, 10 September 2026 di Jalan Tamansari No 55, Kota Bandung. Diskominfo Kota Sukabumi turut hadir dan menyatakan dukungan penuh atas pelaksanaan SADA Jabar di daerah.

SADA Jabar hadir sebagai pelengkap Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Kebutuhan pembangunan di Jawa Barat yang dinamis dinilai memerlukan data yang lebih spesifik, mencakup data sektoral, kewilayahan, hingga variabel lain sesuai kebutuhan daerah. Dengan mengintegrasikan DTSEN dan data pembangunan Jawa Barat, SADA Jabar diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi masyarakat yang lebih komprehensif.

“SADA Jabar hadir sebagai perangkat untuk memastikan setiap program dan kegiatan lebih tepat sasaran, karena pemerintah tidak hanya mengetahui datanya, tetapi dapat mengetahui siapa yang harus diintervensi, permasalahannya apa, siapa yang menangani, serta bagaimana progres penanganannya,” demikian disampaikan dalam pembukaan sosialisasi. Ujar kepala Diskominfo provinsi Jawa Barat, Mas Ade Komar pada saat peluncuran SADA Jabar

Sementara itu, Fery Munggaran, Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Sukabumi<s, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan Kota Sukabumi terhadap implementasi SADA Jabar.

“Kami di Kota Sukabumi sangat mendukung. Selama ini OPD sering berjalan sendiri-sendiri. Dengan SADA Jabar, data pendidikan, kesehatan, kemiskinan, ketenagakerjaan sampai data disabilitas bisa dilihat terpadu dalam satu dashboard. Ini akan sangat membantu kami mencegah tumpang tindih program dan memastikan bantuan sampai ke sasaran yang benar-benar membutuhkan,” ujar Fery.

Fery juga menilai fitur Multi-Level User, Surat Penugasan Digital, dan Verifikasi Validasi 2 Tingkat sangat relevan untuk diterapkan sampai tingkat kelurahan dan RT. “Alurnya jelas, dari pengusulan sampai persetujuan. Datanya jadi lebih tertib dan akuntabel,” tambahnya.

Senada dengan itu, Zulkarnain, Statistisi Ahli Muda Kota Sukabumi , menjelaskan SADA Jabar dibangun dengan prinsip 5F yaitu <span;>Faster, Cheaper, Easier, Better, Safer<span;>. Data diupdate setiap 3 bulan, hanya butuh satu aplikasi sehingga hemat biaya server, tampilan ramah HP, dan telah mengantongi sertifikat ISO 27001:2022 serta lulus TSA BSSN.

“Keunggulan lainnya ada pada rekomendasi berbasis AI. Sistem bisa otomatis memberikan usulan intervensi berdasarkan 4 indikator dan data keluarga. Ini akan sangat membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis bukti,” jelas Zulkarnain.

Secara keseluruhan SADA Jabar memiliki 8 manfaat utama, mulai dari menentukan sasaran lebih tepat, mengintegrasikan data sektoral, mempermudah identifikasi masalah, mempercepat penentuan program, mencegah tumpang tindih, memudahkan monitoring dan evaluasi, mendorong kolaborasi lintas pemerintahan, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan tagline “Data Aman, Proses Mudah, Keputusan Tepat Sasaran dengan bantuan AI”, Pemprov Jabar berharap SADA Jabar dapat menjadi tools kolaborasi bersama antara Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan dalam mewujudkan pembangunan yang lebih terarah di Jawa Barat.