KABARINDAH.COM, Sukabumi–Upaya menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini mendapat sambutan positif dari orangtua murid TK Negeri Pembina Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Orangtua menilai kebiasaan membaca perlu dikenalkan sejak anak masih berada pada usia emas melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter anak.
Dukungan itu mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Gemar Membaca bertema “Literasi Kuat, Keluarga Hebat” yang digelar Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Sukabumi melalui Pokja II di TK Negeri Pembina Gunungpuyuh, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong tumbuhnya minat baca anak sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pendidikan dan pembentukan karakter.
Salah satu orangtua murid TK Negeri Pembina Gunungpuyuh, Dila Novianti, mengapresiasi materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan gemar membaca menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku sekaligus memperkuat peran orangtua dalam mengenalkan literasi.
“Sebagai orangtua murid, saya sangat mengapresiasi materi yang disampaikan oleh Ketua TP-PKK Kota Sukabumi sekaligus Bunda PAUD Kota Sukabumi,” kata Dila yang sering disala Ovi. Menurutnya, keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk kebiasaan membaca anak.
Orangtua, khususnya ibu lanjut Ovi, dapat menjadi sosok pertama yang mengenalkan buku, cerita, dan berbagai pengetahuan kepada anak. Berharap kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara konsisten di rumah, tidak berhenti sebatas kegiatan sosialisasi di sekolah.
“Menumbuhkan minat baca pada anak bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan pendekatan dan metode yang tepat, menyenangkan, serta sesuai dengan karakter anak agar mereka tidak mudah bosan dan justru merasa bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan,” ujar Ovi yang juga berkiprah di bidang literasi. Ia berharap anaknya dapat tumbuh menjadi pribadi yang mencintai buku dan dunia literasi.
“Saya berharap anak saya pun dapat tumbuh menjadi anak yang mencintai buku dan dunia literasi,” kata Ovi. Ia berharap materi Gerakan Gemar Membaca dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana, seperti membacakan buku bersama anak, menyediakan bahan bacaan yang sesuai usia, atau menjadikan membaca sebagai aktivitas keluarga.
“Semoga dari keluarga-keluarga hebat inilah lahir generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki rasa ingin tahu, wawasan yang luas, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak usia dini,” kata Ovi.
Ketua TP-PKK Kota Sukabumi sekaligus Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengajak orangtua membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga melalui langkah-langkah sederhana. Menurut dia, budaya literasi tidak harus dibangun dengan cara yang rumit.
Kebiasaan membaca dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari di rumah sehingga anak terbiasa berinteraksi dengan buku dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.“Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga proses membangun kebiasaan belajar, memperluas pengetahuan, dan membentuk karakter anak sejak dini,” ujar Ranty.
Bagi orangtua murid, gerakan tersebut dinilai relevan karena membangun minat baca anak bukan perkara mudah. Anak membutuhkan pendampingan serta metode yang membuat aktivitas membaca terasa menyenangkan, bukan sebagai kewajiban.











