BPBD Kota Sukabumi Tanamkan Budaya Sadar Bencana kepada Siswa Baru, MPLS Jadi Wadah Latihan Kesiapsiagaan

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi ajang bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan belajar. Di Kota Sukabumi, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menanamkan budaya sadar bencana melalui edukasi mitigasi dan simulasi kesiapsiagaan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menggelar edukasi mitigasi bencana di SMP Negeri 10 Kota Sukabumi dan SMP IT Adzkia 2 Kota Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dasar menghadapi situasi darurat sekaligus membangun karakter tangguh sejak dini.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan bahwa pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda terhadap berbagai potensi bencana. “Melalui MPLS, kami ingin siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Bencana memang tidak bisa diprediksi, tetapi kesiapsiagaan dapat terus dilatih,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut kata Yoseph, tim BPBD memberikan materi mengenai pengenalan potensi bahaya di lingkungan sekolah, langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi, hingga pemahaman jalur evakuasi yang aman. Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana yang melibatkan seluruh peserta secara langsung.

Di SMP IT Adzkia 2 Kota Sukabumi, para siswa baru tampak antusias mengikuti setiap rangkaian simulasi. Mereka mempraktikkan prosedur penyelamatan diri saat gempa serta mengikuti proses evakuasi menuju titik kumpul sesuai arahan petugas.

Menurut Yoseph, pengalaman praktik secara langsung menjadi metode yang efektif agar peserta didik lebih mudah memahami prosedur keselamatan dan mampu bertindak cepat ketika menghadapi kondisi darurat.BPBD Kota Sukabumi berharap edukasi kebencanaan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kemampuan mitigasi, sekolah diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.”Kami ingin budaya sadar bencana tumbuh sejak dini. Dengan pengetahuan dan latihan yang berkelanjutan, siswa akan lebih siap melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain saat keadaan darurat,” kata Yoseph.