KABARINDAH.COM, Sukabumi–Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menemui langsung ratusan peserta aksi dari Forum Komunikasi RT/RW Kota Sukabumi yang berunjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026). Kehadiran Wawan didampingi para wakil ketua dan anggota DPRD Kota Sukabumi sebagai bentuk respons terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan para pengurus RT dan RW.
Di hadapan massa aksi, Wawan menegaskan bahwa demonstrasi yang dilakukan RT/RW merupakan bagian dari proses demokrasi yang dijamin konstitusi dan harus dihormati oleh seluruh pihak.
“Saya sangat mengapresiasi dan menghormati atas aspirasi yang terjadi pada hari ini. Ini bagian dari demokrasi sesuai dengan konstitusi,” kata Wawan. Ia menyampaikan, DPRD Kota Sukabumi menghargai seluruh tuntutan yang disampaikan para pengurus RT/RW, termasuk berbagai masukan yang ditujukan kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, aspirasi tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan Kota Sukabumi. Wawan mengingatkan bahwa dirinya maupun para pengurus RT/RW memiliki legitimasi yang sama karena sama-sama dipilih oleh rakyat. Karena itu, suara RT/RW harus menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Kita sama-sama dipilih oleh masyarakat. Tidak ada atasan. Bukan wali kota yang memilih RT/RW, bukan juga saya yang memilih anggota dewan. Kita semua dipilih oleh rakyat,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Wawan secara khusus menyoroti tuntutan terkait keberlanjutan Program Pemberdayaan RT/RW (P2RW).
Ia memastikan DPRD akan mengawal agar program tersebut tetap berjalan meski kondisi fiskal daerah sedang menghadapi tantangan. “Saya pasang badan. Tahun ini P2RW pasti akan dilanjutkan,” tegasnya disambut sorak peserta aksi.

Bahkan, Wawan menyatakan komitmennya secara terbuka untuk mempertahankan program tersebut dalam pembahasan anggaran daerah. “TKD kita memang sedang lemah secara fiskal. Tapi saya sudah menyampaikan kepada Pak Wali bahwa program unggulan ini tidak boleh dicoret. Saya berkomitmen tidak akan menandatangani APBD apabila P2RW tidak dilanjutkan,” katanya.
Selain P2RW, DPRD juga mencatat sejumlah aspirasi lain yang berkaitan dengan dana kelurahan serta insentif RT/RW. Menurut Wawan, berbagai persoalan tersebut akan menjadi prioritas pembahasan bersama pemerintah daerah agar tidak kembali menimbulkan persoalan di lapangan.
Berharap komunikasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan para pengurus RT/RW dapat terus terjalin demi memastikan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat dapat direalisasikan.
“Kami bersama masyarakat Kota Sukabumi akan terus mengawal program-program yang pernah disampaikan untuk kemajuan Kota Sukabumi tercinta,” ujar Wawan.











