IPAL Berlapis SPPG Karangtengah 2 Sukabumi, Limbah Dapur Aman bagi Lingkungan

KABARINDAH.COM, Sukabumi— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangtengah 2 di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mulai menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai regulasi Badan Gizi Nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.

Asisten Lapangan SPPG Karangtengah 2, Indra Pribadi, mengatakan sejak awal operasional dapur, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi.

“Sejak awal kita membuka dapur ini, koordinasi sudah dilakukan dengan pihak terkait, termasuk DLH. Pembangunan IPAL juga mengikuti arahan, mulai dari desain hingga penataan,” ujar Indra, Senin (27/4/2026). Ia menjelaskan, sistem IPAL yang diterapkan masih terus disempurnakan.

Dalam waktu dekat, DLH Kota Sukabumi akan melakukan pengujian kualitas air limbah hasil pengolahan tersebut. “Rencananya besok dilakukan pengujian oleh DLH. Dari hasil itu akan diketahui apakah air limbah ini sudah layak dibuang ke aliran sungai setelah melalui proses penyaringan,” katanya.

Menurut Indra, penerapan IPAL menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Pihaknya tidak ingin aktivitas dapur menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Kami berupaya memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan. Sejauh ini juga belum ada keluhan dari warga sejak dapur beroperasi,” ujarnya.

Dalam pengelolaannya, SPPG Karangtengah 2 menggunakan sistem penyaringan berlapis yang terdiri dari enam kolam dengan fungsi berbeda. Limbah dari air bekas pencucian terlebih dahulu melewati penyaringan awal, kemudian masuk ke grease trap untuk memisahkan lemak, dilanjutkan ke bak kontrol, hingga mengalir ke kolam berikutnya sampai tahap akhir.

Menariknya, hasil akhir pengolahan limbah dialirkan ke kolam ikan sebagai indikator alami kualitas air. Hingga kini, ikan-ikan di kolam tersebut tetap hidup tanpa menunjukkan tanda pencemaran.

“Tidak ada ikan yang mati setelah dialiri air limbah yang sudah disaring. Ini menjadi indikator bahwa sistem IPAL yang kami gunakan berjalan dengan baik,” kata Indra.