Menuju Arsitektur Statistik Sempurna, Diskominfo Kota Sukabumi Perkuat Sinerji EPSS 2026

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Entry Meeting Rapat Koordinasi Penguatan Internal Penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS), Kamis (5/3/2026). Langkah ini diambil sebagai strategi akselerasi untuk mencapai target Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang optimal di tahun 2026.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Diskominfo ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Bappeda selaku Sekretariat Satu Data Indonesia (SDI), BPS sebagai Pembina Data, hingga  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi lokus penilaian tahun ini: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Kesehatan yang sudah pernah ikut penilaian.

Kepala Bidang Statistik Persandian dan Keamanan Informasi (Stadiksi) Diskominfo Kota Sukabumi, Cepi Marwan mengatakan, EPSS bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen vital untuk mengukur sejauh mana kematangan penyelenggaraan statistik di tingkat daerah. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen, mulai dari Walidata, Pembina, hingga Produsen Data, memiliki frekuensi yang sama. Target kita bukan hanya angka IPS yang tinggi, tapi bagaimana tata kelola data di Kota Sukabumi benar-benar berkualitas dan terintegrasi,” ujarnya.

Cepi menambahkan, sinergi antara Diskomimfo, Bappeda, BPS, dan OPD produsen data sangat krusial dalam pemenuhan 38 indikator yang ditetapkan dalam instrumen EPSS. Proses evaluasi ini akan dilakukan secara intensif selama dua bulan ke depan.

Statistisi Ahli Muda Kota Sukabumi Zulkarnain menjelaskan, bulan April akan difokuskan pada tahap pengumpulan dan verifikasi mandiri.”Bulan April adalah fase ‘tempur’ untuk dokumentasi. Kami akan melakukan coaching clinic bersama BPS untuk membantu Disdukcapil dan Disporapar mengidentifikasi evidence seperti SK, SOP, hingga Metadata Statistik,” cetusnya.

Memasuki bulan Mei, fokus akan bergeser pada penjaminan kualitas. Zulkarnain menekankan pentingnya aspek formalitas seperti Rekomendasi Statistik (Romantik) dan Interoperabilitas Data. “Kami akan melakukan simulasi penilaian untuk mereview skor sementara. Poin strategisnya ada pada Standar Data. Kami mendorong agar data dari Disdukcapil dan Disporapar sudah terintegrasi di Portal Satu Data Kota Sukabumi. Itu adalah kunci untuk meraih nilai maksimal pada domain Arsitektur Statistik,” tambahnya.

Penunjukan Disdukcapil dan Disporapar sebagai lokus penilaian tahun ini didasarkan pada potensi data unggulan yang mereka miliki. Dengan adanya Entry Meeting ini, diharapkan seluruh bukti dukung dapat terinventarisasi dengan baik sebelum memasuki tahap penilaian eksternal oleh tim penilai pusat.

Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan jadwal aksi (Timeline) yang ketat, di mana pada minggu keempat Mei akan dilakukan Exit Meeting internal sebagai bentuk penguncian data dan pernyataan kesiapan Kota Sukabumi dalam menghadapi penilaian EPSS 2026 skala eksternal dengan Tim Penilai Badan Pusat Statistik Republik Indonesia..