KABARINDAH.COM, Sukabumi–Harga komoditas daging sapi di pasar tradisional Kota Sukabumi mengalami kenaikan di awal Januari 2026. Hal ini didasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi di dua pasar yakni Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede pada Kamis (8/1/2026).
” Harga daging sapi di pasar tradisional mengalami kenaikan,” ujar Petugas Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki. Di mana, harga daging sapi naik dari Rp 130.000 per kilogram menjadi Rp 140.000 per kilogram.
Selain itu harga daging sapi has dalam naik dari Rp 135.000 per kilogram menjadi Rp 150.000 per kilogram. Berikutnya, harga daging sapi bistik naik dari Rp 130.000 per kilogram jadi Rp 140.000 per kilogram.
Sementara harga daging sapi brisket naik dari Rp 135.000 per kilogram jadi Rp 140.000 per kilogram. Ke depan, pihaknya akan terus memantau harga dan ketersediaan daging sapi serta komoditas lainnya.
Sebelumnya, para pedagang daging sapi di Kota Sukabumi kompak mogok berjualan pada Rabu (7/1/2026). Aksi massal tersebut dipicu oleh isu nasional terkait rencana kenaikan harga daging sapi, yang dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat serta stabilitas pasokan pangan di daerah.
Dari pantauan di lapangan sejumlah lapak dagang sapi tutup seperti di Pasar Pelita dan Harun Kabir. Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengimbau para pedagang daging sapi agar tidak melakukan mogok dagang dan memilih jalur komunikasi dengan pemerintah daerah.
” Saya imbau jangan mogok berjualan. Setiap persoalan yang dihadapi pedagang dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama tanpa harus menghentikan aktivitas jual beli,” ujar Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Sebab, nanti bisa dikomunikasikan keluhannya seperti apa
Salah satu langkah yang ditawarkan adalah mencari sumber sapi potong dengan harga lebih murah. Sehingga tekanan kenaikan harga dapat diminimalkan.
“Khusus untuk Kota Sukabumi, mari kita bersama-sama. Kita nanti bisa mencari sapi potong yang harganya lebih murah, asal kita kompak,” kata Ayep. Ia menekankan pentingnya kejujuran dan amanah dari para pedagang dalam membangun sistem distribusi dan penjualan daging sapi yang sehat.
Ayep menyebut, pemerintah daerah siap memfasilitasi pengadaan sapi potong, namun harus dibarengi dengan komitmen pedagang untuk menjalankan usaha secara tertib dan transparan. “Yang penting satu saja, siap tidak para pedagang daging ini jujur dan amanah. Berapa kebutuhan daging di Kota Sukabumi, nanti kita bicarakan bersama. Kita cari penyedia sapi potong yang paling murah,” tegasnya.











