KABARINDAH.COM, Sukabumi—Sebanyak 800 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Sukabumi mengikuti kegiatan Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) 2026 di SMP Negeri 1 Kota Sukabumi, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Kepala Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung Wahyu dan Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah.
Profiling dilakukan untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN sebagai dasar pengembangan karier serta penempatan pegawai sesuai kemampuan masing-masing.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, hasil profiling diharapkan dapat melahirkan ASN yang profesional, berintegritas, dan mampu bekerja secara optimal untuk mendukung pembangunan daerah.
“Saya tekankan ASN Kota Sukabumi benar-benar profesional, mengedepankan dan menegakkan kejujuran, kebenaran, dan keadilan,” kata Ayep. Menurutnya, Pemkot Sukabumi juga akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi ASN berprestasi untuk mengembangkan karier, termasuk berkiprah di tingkat provinsi maupun pemerintah pusat.
ASN yang berprestasi terang Ayep, boleh meniti karier di pusat, di kementerian, maupun di provinsi. Ia juga mengingatkan ASN agar menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis.
Selain itu Ayep menekankan pentingnya menjaga etika serta integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Ia meminta ASN menjauhi berbagai perilaku yang dapat mencoreng nama baik pemerintah, termasuk kebohongan, penipuan, pencurian, perjudian, narkoba, hingga perbuatan asusila.
“ASN tidak boleh berpolitik. Jaga etika. Satu, jujur. Tidak boleh berbohong, tidak boleh menipu, mencuri, berjudi, narkoba, dan tidak boleh berzina,” tegas Ayep.
Kepala Kanreg III BKN Bandung Wahyu menjelaskan, ProASN merupakan upaya untuk mempercepat pemetaan potensi dan kompetensi ASN di daerah. Kanreg III BKN sendiri mencakup wilayah Jawa Barat dan Banten.
Wahyu mengatakan, sebelumnya pemetaan kompetensi dilakukan melalui mekanisme Computer Assisted Competency Assessment (CACT). Namun, mekanisme tersebut dikenakan tarif berdasarkan ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Karena CACT ini berbayar sesuai PP Tarif PNBP, kami mendorong agar percepatan ini bisa dilakukan. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, kami melahirkan ProASN yang pelaksanaannya tidak dikenakan PP Tarif PNBP,” kata Wahyu. Ia mengapresiasi Pemkot Sukabumi yang dinilai mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempercepat pemetaan kompetensi ASN.
Hasil profiling nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam pengisian jabatan yang masih kosong, baik jabatan struktural maupun fungsional di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).
Wahyu menekankan, ASN yang ditempatkan pada posisi strategis harus memiliki kompetensi, kemampuan bekerja cepat, inovatif, solutif, serta memiliki integritas dan moralitas. Ia menyebut ASN dengan kategori potensi dan kinerja tinggi sebagai kelompok yang diharapkan mampu mengisi posisi strategis dalam mendukung pencapaian visi dan misi Pemkot Sukabumi.
Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah mengatakan, pelaksanaan profiling juga menjadi bagian dari penguatan manajemen talenta ASN. Menurut dia, BKN memberikan pekerjaan rumah kepada Pemkot Sukabumi untuk melakukan asesmen secara menyeluruh dalam dua tahun ke depan.
Sebelumnya, asesmen telah dilakukan terhadap sekitar 30 pejabat eselon II dan 121 pejabat eselon III. Sementara itu, sebagian besar pejabat eselon IV dan staf masih belum mengikuti asesmen.
“Yang belum banyak eselon IV dan staf. Dulu belum sempat, belum kebagian,” ujar Taufik. Ia mengatakan, dari target awal yang diberikan BKN, Kota Sukabumi sebenarnya hanya memperoleh kuota sekitar 60 peserta.
Namun, dalam pelaksanaannya jumlah peserta mencapai sekitar 800 ASN.n”Jatahnya cuma 60, tetapi bisa dilaksanakan 800,” kata Taufik.
Taufik berharap pelaksanaan ProASN tersebut dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan data kompetensi ASN sekaligus memperkuat penerapan manajemen talenta dalam pengembangan karier aparatur di Kota Sukabumi.











