KABARINDAH.COM, Sukabumi – Kabar duka datang dari Sukabumi. Tokoh asal Sukabumi, Mayor Jenderal TNI (Purn) Drs. H. Raden Ampi Nurkamal Tanoedjwa, SH, MH, meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026).
Informasi wafatnya Ampi Tanoedjwa disampaikan oleh keponakannya, R Muhammad Robbiq Verly Tanoedjiwa. Almarhum menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.30 WIB.
“Berita duka cita, innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Penasehat GBN Bogor Raya, Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Raden Ampi Nurkamal Tanoedjwa, SH, MH,” ujar Robbiq Verly kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Jumat sore.
Robbiq menjelaskan, sebelum meninggal dunia, almarhum sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, setelah sebelumnya mengalami sakit.
Jenazah almarhum rencananya akan langsung diberangkatkan pada Jumat sore menuju tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Keluarga Besar Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Lokasi pemakaman berada di Kompleks Yayasan Luqmanulhakim, Jalan Perintis Kemerdekaan RT 03 RW 03, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.
“Atas nama keluarga besar, kami mohon doa agar almarhum diampuni segala kesalahannya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” tutur Robbiq. Ia juga berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhum dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan husnul khotimah,” imbuhnya.
Jejak Karier Militer dan Politik
Mayjen TNI (Purn) Ampi Nurkamal Tanoedjwa lahir pada 21 April 1948. Semasa aktif di militer, jabatan terakhir yang diembannya adalah Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Sesko ABRI) pada periode 1998–2000.
Setelah pensiun dari militer, Ampi terjun ke dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2000–2003. Ampi juga tercatat beberapa kali mengikuti kontestasi politik di tingkat daerah. Pada 2006, ia mengikuti konvensi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk pencalonan Gubernur Banten. Namun, dalam konvensi tersebut, Ampi kalah dari Ratu Atut Chosiyah.
Upaya kembali dilakukan pada Pilkada Banten 2017 melalui jalur independen. Kendati demikian, pencalonannya gagal setelah tidak lolos tahap verifikasi administrasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).











