Starlink Jadi Jembatan Komunikasi di Lokasi Bencana

KABARINDAH.COM, Sukabumi—Starlink Indonesia menyalurkan ratusan perangkat internet satelit ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Indonesia terutama Sumatera Utara dan Aceh. Hal ini untuk memastikan komunikasi warga tetap berjalan di tengah keterbatasan akses jaringan.

Project Manager Starlink Indonesia, Egi Yogaswara, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mendistribusikan sekitar 50 unit perangkat ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan sejumlah daerah lainnya. Jumlah tersebut terus bertambah seiring kebutuhan di lapangan.

“Perkembangannya, saat ini lebih dari 200 perangkat Starlink sudah aktif dan digunakan oleh ribuan warga di lokasi bencana,” kata Egi.

Menurutnya, perangkat tersebut tetap dapat beroperasi meskipun wilayah terdampak mengalami pemadaman listrik, dengan memanfaatkan genset sebagai sumber daya. Kehadiran layanan internet di lokasi bencana berperan penting dalam membantu warga berkomunikasi dengan keluarga, relawan, serta pihak terkait, sekaligus mendukung koordinasi penanganan darurat.

“Untuk sebagian orang Starlink hanya internet, tetapi bagi masyarakat di lokasi bencana ini menjadi sarana utama untuk berkomunikasi,” ujarnya.

Egi menambahkan, selama masa tanggap darurat, Starlink memberikan layanan gratis selama satu bulan bagi wilayah terdampak, dengan syarat aktivasi dilakukan langsung di lokasi bencana.

“Untuk wilayah di luar area terdampak, layanan tetap mengikuti skema berbayar agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Starlink memastikan akan terus berkoordinasi dengan relawan dan lembaga kemanusiaan guna memperluas jangkauan layanan internet di wilayah yang masih mengalami gangguan komunikasi akibat bencana.