KABARINDAH.COM, Sukabumi—<span;>Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki angkat bicara terkait anggaran kegiatan kunjungan para duta besar (dubes) dari berbagai negara ke Kota Sukabumi. Ia menegaskan, alokasi anggaran dalam rangkaian The Diplomatic Forum memiliki tujuan strategis untuk mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan pembangunan kota.
Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki di sela Gala Dinner The Diplomatic Forum yang digelar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (21/4/2026) malam.
“ Ya, ini untuk kepentingan yang jauh lebih besar. Berapapun yang kita keluarkan, dampaknya akan jauh lebih besar,” ujar Ayep kepada wartawan disela-sela kegiatan. Ia menekankan, seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan, termasuk dalam kaitannya dengan peningkatan PAD.
Ayep menyebutkan, sebelum dirinya menjabat, PAD Kota Sukabumi berada di angka Rp 436 miliar. “Hari ini, lihat nanti 2026 berapa PAD kita. Itu adalah hasil kerja. Tanpa kerja, tidak mungkin ada kenaikan,” katanya.
Menurut Ayep, peningkatan pendapatan daerah menjadi kunci dalam mendorong pembangunan. Ia menilai, strategi efisiensi tanpa diimbangi peningkatan pemasukan justru akan menghambat laju pembangunan.
“Daripada kita hemat, tapi tidak ada uang, tidak bisa membangun. Uang hasil kerja itu kita gunakan untuk kepentingan kemajuan,” kata Ayep. Ia memastikan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan PAD secara optimal guna mendukung pembangunan secara bertahap di berbagai sektor.
Di sisi lain, Ayep juga mengakui adanya kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung pada tahun ini. Namun, ia berharap dalam beberapa bulan ke depan, transfer ke daerah (TKD) dapat kembali meningkat sehingga ruang fiskal pemerintah daerah menjadi lebih longgar.
“Tentu tahun ini kita juga prihatin dengan adanya efisiensi, tapi mudah-mudahan beberapa bulan ke depan TKD bisa turun lagi,” kata dia.











