KABARINDAH.COM, Sukabumi— Harga sejumlah bahan pokok, khususnya daging ayam dan telur ayam, di pasar tradisional Kota Sukabumi mulai mengalami penurunan setelah Idulfitri 2026. Penurunan ini terpantau dalam program sistem pantau harga bahan pokok dan penting (Siaga Bapokting) di dua pasar utama, yakni Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede, pada Senin (6/4/2026).
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, harga daging ayam broiler turun dari Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 38.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam broiler juga mengalami penurunan dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 29.000 per kilogram.
Petugas Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki, mengatakan penurunan harga tersebut merupakan hasil pemantauan langsung di lapangan. “Hasil pantauan harga bahan pokok di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede menunjukkan adanya penurunan pada komoditas daging ayam broiler dan telur ayam,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas lainnya terpantau masih stabil tanpa perubahan harga. Daging sapi masih berada di angka Rp 140.000 per kilogram. Kemudian, cabai merah besar atau TW dijual Rp 40.000 per kilogram, cabai hijau besar Rp 30.000 per kilogram, dan cabai merah lokal Rp 40.000 per kilogram.
Selain itu, harga cabai keriting merah tercatat Rp 30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp 25.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau japlak masih berada di kisaran Rp 50.000 per kilogram.
Rifki menambahkan, stabilitas harga komoditas lainnya menunjukkan pasokan dan permintaan masih relatif seimbang pascalebaran. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.











