Sandiaga Uno: Muhammadiyah Harus Garap 6 Sektor Riil Industri Halal

KABARINDAH.COM – Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) hadir sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Pra Muktamar Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) bertemakan Industri dan Pariwisata Halal: Peluang dan Tantangan pada Kamis (12/5/2022).

Di awal pemaparannya, Menparekraf yang biasa disapa Bang Sandi ini mengutarakan pantun.

“Pagi hari enaknya minum teh wangi, disuguhi pisang goreng dan buah-buahan, bersama Universitas Muhammadiyah Bandung mari kita bersinergi, bangkitkan halal entrepreneur agar semakin terdepan,” tuturnya.

Sandi mengungkapkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Oleh karena itu dengan besarnya populasi muslim kita harus berfastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) sesuai dengan semangat Muhammadiyah, mengambil potensi yang sangat luar biasa ini untuk mengembangkan sektor ekonomi syariah dan ekonomi berbasis halal.

Baca Juga:  5 Menu Takjil Buka Puasa Kekinian. Enak dan Menyegarkan!

“Pariwisata salah satunya dan jangan lupa ekonomi kreatif karena pariwisata menghidupi empat belas juta masyarakat Indonesia dan ekonomi kreatif 20 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan nasibnya pada industri ini dari pekerjaan dan aktivitas usahanya,” kata Sandi.

“Sayangnya ekonomi syariah dan pariwisata halal belum menjadi mainstream atau menjadi arus utama. Maka kita harus berupaya menciptakan market yang potensial, menciptakan peluang kerja, dan menjadi pelaku utama industri halal dan syariah di dunia,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu pula, Sandi menyebut 6 sektor riil industri halal dan syariah, diantaranya; halal food, media regression, modiste fashion, hijab, busana muslim, travel.

“Wisata halal bukanlah mensyariahkan tempat wisata, tidak ada destinasi yang akan menjadi zonasi tapi justru memberikan tambahan layanan bagi wisatawan agar lebih aman dan nyaman. tentunya kita upayakan untuk menciptakan usaha bagi anak-anak muda untuk menciptakan halal preneur dan menciptakan lapangan kerja,” jelas Sandi.

Baca Juga:  UM Bandung Gelar Webinar Membahas Kiat dan Bedah Proposal Penelitian

Besarnya pertambahan muslim dan tingginya demand pariwisata halal, menurutnya menciptakan peluang dan tantangan yang ini bisa dikembangkan melalui potensi wisata yang dimiliki Indonesia . Selaras dengan hal itu Kemenparekraf akan menyediakan layanan untuk mendorong baik pelayanan, pelatihan, pembiayaan serta inovasi dan kreasi produk-produk parekraf.

Melalui program itu, Kemenparekraf yakin akan berguna bagi anak-anak muda. “Halal preneur harus bergegas karena kita yakin jika kita bergerak dengan penuh semangat kita akan mengambil peluang ini dan cita-cita untuk menjadi pemain utama industri dan pariwisata halal akan tercapai,” katanya.

Sandi pun menyebutkan tiga kunci utama untuk bisa meraih peluang dalam industri halal tersebut. Ia menyebut 3 G; Gerak cepat, Gerak bersama, dan Garap semua potensi online.