Rumah Warga Tipar Roboh, Anggota DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni Desak Pemkot Sukabumi Prioritaskan Perbaikan Rutilahu

KABARINDAH.COM, Sukabumi—Anggota DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni, meninjau langsung lokasi rumah roboh di Jalan Tipar Gang Irawan, RT 04 RW 01, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Jumat (3/4/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas laporan warga terkait musibah yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) malam.

Inggu mengungkapkan, dirinya menerima laporan warga tak lama setelah kejadian dan langsung menuju lokasi. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi rumah yang memang sudah tidak layak huni dan berpotensi membahayakan penghuni.

“Dari laporan warga, saya langsung ke lokasi. Ternyata kondisinya memang sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Inggu yang berasal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bahkan tadi pagi Lurah Tipar juga sudah hadir, disusul BPBD yang turun melakukan penanganan awal.

Inggu menjelaskan, rumah tersebut roboh sekitar waktu selepas salat Isya. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun kata Inggu, kondisi bangunan yang telah lapuk menjadi faktor utama penyebab kejadian. Menurutnya, kasus ini menambah daftar kejadian serupa yang terjadi di wilayah Kota Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk di Kecamatan Baros.

Inggu menilai, persoalan rumah tidak layak huni (rutilahu) harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Ini bukan hanya terjadi di Tipar, sebelumnya juga ada di Baros. Artinya, ini harus jadi prioritas pemerintah. Rumah-rumah dengan kondisi struktur yang sudah lapuk dan membahayakan harus segera ditangani,” tegasnya.

Saat ini terang Inggu, berdasarkan informasi dari pemkot anggaran untuk program rutilahu masih terbatas. Namun, pihaknya di DPRD, khususnya Komisi II, akan mendorong agar program tersebut masuk dalam pembahasan anggaran perubahan tahun berjalan.

“Kami akan dorong di anggaran perubahan agar perbaikan rumah warga yang kondisinya mengkhawatirkan bisa segera direalisasikan,” ungkap Inggu.

Sementara itu, bantuan darurat telah diberikan kepada pemilik rumah, Wendi, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan sesekali menjadi pengemudi ojek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah menyalurkan bantuan sementara berupa terpal untuk kebutuhan darurat.

Selain itu, Inggu turut memberikan bantuan sebagai bentuk respons cepat kepada korban. Ia berharap, pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Harapan warga tentu ingin segera ada bantuan dari pemerintah. Ini menyangkut keselamatan, jadi harus menjadi perhatian utama,” imbuhnya.