Produksi Sampah 190 Ton per Hari, Pemkot Sukabumi Dorong Pemilahan dan Layanan Aduan Terpusat

KABARINDAH.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi menempatkan pemilahan sampah dari sumbernya sebagai langkah utama dalam mengatasi persoalan persampahan yang kian mendesak. Di tengah keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi juga tengah menyiapkan layanan call center agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan terkait sampah secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala DLH Kota Sukabumi Yudi Sutriana saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kota Sukabumi di Lapang Merdeka, Sabtu (6/6/2026). Pada peringatan tersebut, pemerintah bersama perangkat daerah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih dengan memungut sampah di sejumlah titik.

Yudi mengungkapkan, produksi sampah Kota Sukabumi saat ini mencapai sekitar 190 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 132 ton masuk ke TPA Cikundul. Kondisi itu menunjukkan telah terjadi pengurangan sampah di tingkat masyarakat, meskipun upaya pengelolaan masih perlu terus ditingkatkan.

“Yang paling penting adalah pemilahan sampah mulai dari masyarakat. Ini menjadi fokus utama sebagaimana arahan wali kota dan wakil wali kota,” ujar Yudi. Menurut dia, umur ekonomis TPA Cikundul semakin terbatas. Karena itu, selain menyiapkan solusi jangka panjang melalui kerja sama pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dan skema penanganan sampah regional, pemerintah juga harus memastikan persoalan sampah dapat ditangani dalam jangka pendek.

DLH telah mengedarkan surat kepada toko, kafe, restoran, rumah makan, hingga pusat perbelanjaan agar melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara tegas.
“Kalau sampah tidak dipilah, tidak akan kami angkut. Surat edarannya sudah ditandatangani dan telah disampaikan kepada para pelaku usaha,” kata Yudi.

Selain memperkuat pemilahan sampah, DLH juga terus menertibkan tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang tersebar di berbagai wilayah. Saat ini tercatat sekitar 52 TPS liar yang menjadi perhatian pemerintah.

Namun sebelum dilakukan penutupan, DLH akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna memastikan warga memiliki alternatif lokasi pembuangan sampah yang tepat. Di sisi lain, DLH membentuk tim Saber atau Sapu Bersih yang bertugas memperkuat penanganan sampah di lapangan. Langkah tersebut sejalan dengan instruksi Wali Kota Sukabumi agar pengangkutan sampah di kawasan perkotaan dilakukan pada malam hingga dini hari, yakni mulai pukul 22.00 hingga 06.00 WIB.

Yudi menambahkan, berbagai keluhan masyarakat yang muncul melalui media sosial tetap ditindaklanjuti. Namun ke depan, DLH akan menghadirkan layanan call center khusus agar pengaduan warga dapat ditangani lebih cepat dan terarah.

“Insya Allah kami akan membuat call center. Jadi masyarakat tidak perlu harus mengadu ke media sosial. Langsung ke call center kami dan akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Menurut Yudi, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah.

Dengan langkah tersebut, beban TPA dapat ditekan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.