Bisnis  

Pertamina Patra Niaga RJBB Dorong Petani Inovasi Pertanian Mangga Sliyeg Lor

KABARINDAH.COM, INDRAMAYU – Potensi mangga di Desa Sliyeg Lor, Kabupaten Indramayu, terus dikembangkan melalui peningkatan kapasitas petani dan pengenalan praktik pertanian inovatif melalui kegiatan “Studi Banding Praktik Baik Pertanian Mangga” di Jawa Timur yang dibungkus dalam program Jejak Inspirasi pada Rabu (24/09/2026).

Upaya tersebut dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Balongan sebagai bagian Program Corporate Social Responsibility (CSR) Desa Energi Berdikari SAGARI.

Sebanyak 28 peserta yang terdiri dari kelompok petani mangga konvensional, Kelompok Usaha Perempuan Berdaya, dan Kelompok Tani Salam Tani mengikuti kegiatan dengan mengunjungi Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang untuk melihat praktik budidaya hingga pengolahan mangga. Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu serta Pemerintah Desa Sliyeg Lor untuk mendukung penerapan pembelajaran sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Cukurgondang, Pasuruan, yang berada di bawah Kementerian Pertanian. Di lokasi tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran dari Koordinator IP2MP Cukurgondang, Dwi Wahyuni Ardiana mengenai pengelolaan pertanian dan komoditas mangga. Pasuruan dipilih karena memiliki pengalaman yang relevan dengan potensi Sliyeg Lor, sehingga peserta dapat melihat praktik budidaya, pengelolaan tanaman, serta upaya menjaga produktivitas mangga.

Pembelajaran kemudian berlanjut ke Kabupaten Malang melalui kunjungan ke PT Inovasi Pangan Lestari yang didampingi Direktur PT Inovasi Pangan Lestari, Abdullah Dzikri. Jika Pasuruan memberikan perspektif dari sisi budidaya, kunjungan di Malang memperkenalkan pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang lebih beragam. Peserta melihat bagaimana buah dan sayur dapat diolah menjadi produk turunan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Penggerak Program SAGARI Berdikari, Erwin Wiguna menilai kunjungan tersebut memberikan gambaran baru bagi masyarakat Sliyeg Lor mengenai pengembangan pertanian mangga.

“Kegiatan ini memberikan kami banyak inspirasi, terutama bagaimana pertanian mangga tidak hanya berhenti pada proses budidaya, tetapi bisa dikembangkan melalui teknologi, inovasi, dan pengolahan hasil. Apa yang kami lihat di Pasuruan dan Malang menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk kami bawa pulang dan coba kembangkan bersama kelompok di Sliyeg Lor,” ujar Erwin.

Hasil kunjungan ke Pasuruan dan Malang memberikan pembelajaran yang dapat diterapkan di Sliyeg Lor. Dari Pasuruan, peserta memperoleh wawasan mengenai penguatan kapasitas petani dan praktik budidaya mangga, sementara dari Malang peserta melihat peluang pengolahan komoditas pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Reno Fri Daryanto mengatakan bahwa Jejak Inspirasi menjadi bagian dari upaya Pertamina memperluas wawasan masyarakat melalui pembelajaran langsung dari praktik yang telah berjalan di daerah lain.

“Jejak Inspirasi menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung praktik pertanian yang telah berkembang di daerah lain, lalu mengambil hal-hal yang relevan untuk diterapkan di Sliyeg Lor”, ujar Reno.

Program SAGARI Berdikari, Pertamina Patra Niaga Regional JBB mendorong masyarakat Sliyeg Lor mengembangkan pertanian mangga secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha serta turut mendukung kemandirian pangan melalui pengembangan potensi pertanian daerah, sejalan dengan Asta Cita poin kedua. (*)