KABARINDAH.COM, Sukabumi – Kepedulian terhadap penyintas kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terus berdatangan. Kali ini, bantuan disalurkan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (PSNK) Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertugas di 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi secara sukarela dari para pendamping sosial PKH sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya. Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas sosial yang terus dijaga oleh insan-insan sosial Kemensos RI.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Jaro Sirnaresmi, Iwan, yang merupakan Kepala Desa Sirnaresmi sebagai perwakilan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama proses pemulihan pascabencana.
“Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari seluruh SDM PKH Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (PSNK) Kementerian Sosial RI yang tersebar di 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pendamping sosial, tetapi juga sebagai keluarga yang turut merasakan duka masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” ujar Dendi Heryanto.
Menurut Dendi, kepedulian tersebut lahir dari semangat kebersamaan para pendamping sosial PKH yang selama ini mendampingi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Semangat jiwa sosial adalah nilai yang selalu kami pegang. Ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kami untuk ikut membantu sesuai kemampuan. Terima kasih kepada seluruh SDM PKH di 47 kecamatan yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi penguat bagi warga Ciptamulya dalam melewati masa sulit ini,” tambahnya.
Dendi menambahkan, gerakan sosial seperti ini bukan kali pertama kami lakukan. Setiap kali terjadi bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi, seluruh SDM PKH selalu berupaya hadir dan turun langsung ke lapangan. Tidak hanya memberikan pendampingan sosial, tetapi juga menghimpun bantuan serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan
Ia menjelaskan, keterlibatan SDM PKH dalam setiap penanganan bencana merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Sosial RI, khususnya dalam penanganan kasus adaptif.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan penanganan kasus adaptif, baik respon terhadap pengaduan, kebencanaan, maupun kondisi kerentanan sosial masyarakat. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut atas arahan pimpinan di Kementerian Sosial RI agar seluruh SDM hadir secara responsif di tengah masyarakat ketika terjadi situasi kedaruratan maupun permasalahan sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Jaro Sirnaresmi, Iwan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh keluarga besar SDM PKH Direktorat PSNK Kemensos RI. “Atas nama masyarakat Kampung Adat Ciptamulya dan Desa Sirnaresmi, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh SDM PKH Direktorat PSNK Kementerian Sosial RI yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit setelah musibah kebakaran. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda,” ungkap Jaro Iwan.
Kebakaran yang terjadi di Kampung Adat Ciptamulya beberapa waktu lalu menghanguskan puluhan rumah warga dan mengakibatkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal beserta harta benda. Hingga kini, proses pemulihan masih terus berlangsung dengan dukungan dari semua pihak.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak kebakaran. Pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat terus berkolaborasi agar kebutuhan para penyintas dapat terpenuhi dan proses rehabilitasi dapat berjalan secara bertahap.
