Masih Ingat Kebakaran yang Merenggut Tiga Bocah di Sukabumi? Bantuan Terus Mengalir untuk Keluarga Korban

KABARINDAH.COM, Sukabumi – Masih ingat tragedi kebakaran yang merenggut nyawa tiga bocah di Kampung Babakan Bandung, RT 01/RW 06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi? Musibah yang terjadi pada Kamis (23/7/2026) malam itu masih menyisakan duka mendalam. Hingga kini, keluarga korban masih mengungsi di rumah sanak saudara setelah rumah panggung yang mereka tempati hangus dilalap api.

Di tengah proses pemulihan tersebut, bantuan kemanusiaan terus berdatangan. Salah satunya datang dari keluarga besar Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (PSNK) Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertugas di 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap keluarga yang tengah menghadapi cobaan berat.

Ketua Tim Kabupaten PKH Sukabumi, Dendi Heryanto, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan wujud nyata kepedulian seluruh SDM PKH Direktorat PSNK Kemensos RI kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari seluruh SDM PKH Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (PSNK) Kementerian Sosial RI yang tersebar di 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pendamping sosial, tetapi juga sebagai keluarga yang turut merasakan duka masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” ujar Dendi Heryanto.Rabu (5/8/2026).

Menurut Dendi, aksi kemanusiaan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan Kementerian Sosial RI agar seluruh jajaran di lapangan selalu hadir memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang terdampak bencana, kerentanan maupun kondisi darurat.

“Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti arahan pimpinan dari Kementerian Sosial RI agar seluruh jajaran di lapangan senantiasa siap dan adaptif dalam merespons berbagai kondisi darurat yang dihadapi masyarakat. Kemarin kita sudah menyalurkan bantuan ke Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, hari ini Alhamdulillah bisa berkesempatan melihat langsung ke rumah penyintas kebakaran di Nyalindung” tambahnya.

Bantuan yang disalurkan berupa uang duka sebagai bentuk empati dan kepedulian dari keluarga besar SDM PKH Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (PSNK) Kementerian Sosial RI. Bantuan tersebut diterima langsung oleh kakek dan nenek korban, yang hingga kini masih mendampingi keluarga melewati masa-masa sulit pascatragedi tersebut.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung dengan dihadiri SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Nyalindung, Sekretaris Desa Wangunreja, serta Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Wangunreja. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud kolaborasi dan kepedulian bersama dalam memberikan dukungan moral maupun sosial kepada keluarga korban.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat sebuah rumah panggung di Kampung Babakan Bandung tiba-tiba dilalap api. Tiga anak yang berada di dalam rumah tidak sempat menyelamatkan diri karena sedang tertidur di kamar.

Ketiga korban masing-masing adalah Aljenar Malik Saputro, siswa sekolah dasar, Saka Asadek, anak usia PAUD, dan Shakila Almahira Quenza, yang masih berusia balita.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kebakaran diduga dipicu oleh nyala lilin yang digunakan sebagai penerangan setelah wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik sejak sekitar pukul 18.00 WIB.

Material rumah panggung yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat kobaran api dengan cepat membesar. Tiupan angin yang cukup kencang semakin mempercepat api melalap seluruh bangunan. Nenek korban, Nia Kurniasih (53), sempat berusaha memadamkan api dan meminta pertolongan warga, namun kobaran api sudah telanjur membesar sehingga rumah tidak dapat diselamatkan.

Meski waktu terus berlalu, kepedulian berbagai pihak terhadap keluarga korban tidak surut. Bantuan yang terus mengalir menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial masih hidup di tengah masyarakat. Bagi keluarga korban, dukungan tersebut bukan hanya membantu meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi duka yang begitu mendalam.

Exit mobile version