KABARINDAH—Mimpi sering kali meninggalkan kesan mendalam bagi yang mengalaminya, terlebih jika mimpi tersebut berkaitan dengan hewan yang identik dengan bahaya, seperti ular. Dalam khazanah Islam, ulama besar Ibnu Sirin dikenal luas sebagai tokoh yang menafsirkan mimpi berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Lalu, apa makna mimpi melihat ular menurut Ibnu Sirin?
Ibnu Sirin menafsirkan ular sebagai simbol musuh. Musuh yang dimaksud bisa berasal dari orang terdekat, lingkungan kerja, bahkan dari dalam keluarga. Semakin besar dan ganas ular yang terlihat dalam mimpi, maka semakin besar pula kekuatan atau pengaruh musuh tersebut dalam kehidupan si pemimpi.
Namun, makna mimpi melihat ular tidak selalu bersifat negatif. Jika seseorang bermimpi membunuh ular, hal itu ditafsirkan sebagai kemenangan atas musuh atau keberhasilan dalam mengatasi masalah besar yang tengah dihadapi.
Sementara itu, mimpi digigit ular menjadi peringatan agar lebih waspada terhadap tipu daya, pengkhianatan, atau fitnah yang mungkin datang secara tiba-tiba.
Dalam tafsir Ibnu Sirin, warna ular juga memiliki makna tersendiri. Ular hitam sering dikaitkan dengan musuh yang kuat dan penuh kebencian, sedangkan ular putih dapat melambangkan musuh yang tampak lemah atau tersembunyi di balik sikap ramah.
Adapun ular hijau, dalam beberapa tafsir, bisa menjadi simbol ujian dalam urusan agama atau kehidupan dunia.
Lebih jauh, Ibnu Sirin juga menjelaskan bahwa mimpi ular masuk ke dalam rumah dapat menandakan adanya konflik internal atau perselisihan keluarga. Namun jika ular tersebut tidak membahayakan, maka mimpi itu bisa menjadi isyarat akan datangnya perubahan besar dalam kehidupan.
Meski demikian, Ibnu Sirin mengingatkan bahwa tafsir mimpi tidak dapat dijadikan sebagai kepastian mutlak. Mimpi hanyalah isyarat, sedangkan kebenaran sejatinya tetap berada dalam ketetapan Allah SWT.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjadikan mimpi sebagai bahan introspeksi diri, memperbanyak doa, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan memahami tafsir mimpi secara bijak, seseorang diharapkan mampu mengambil hikmah dan pelajaran, bukan justru larut dalam rasa takut yang berlebihan.











