Kubah dan Atap Masjid Pesantren Jamiatul Quro Sukabumi Ambruk Diterjang Angin Kencang

KABARINDAH.COM, Sukabumi — Cuaca ekstrem disertai angin kencang menyebabkan kubah dan atap masjid di Pesantren Jamiatul Quro, Kota Sukabumi, ambruk pada Jumat malam (24/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa tersebut sempat mengejutkan para santri yang berada di lingkungan pesantren.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yosep Sabaruddin, mengatakan ambruknya kubah dan atap masjid dipicu oleh terpaan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

“Cuaca ekstrem pada tanggal 24 Januari 2026 menyebabkan kubah dan atap masjid di Pesantren Jamiatul Quro ambruk. Kejadian terjadi sekitar pukul 22.00 WIB,” kata Yosep kepada wartawan.

Ia menjelaskan, luas bangunan masjid yang terdampak ambruk diperkirakan mencapai panjang sekitar 7 meter dan lebar 6 meter. Saat kejadian, terdapat sekitar 200 santri yang bermukim di pesantren tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerusakan cukup signifikan pada bagian kubah dan atap masjid,” ujarnya.

Usai kejadian, petugas BPBD Kota Sukabumi langsung melakukan penanganan di lokasi, termasuk evakuasi dan pembersihan material reruntuhan bangunan. Proses evakuasi dilakukan bersama pihak pesantren dan warga sekitar.

Peristiwa ini terjadi di Pesantren Jamiatul Quro yang berlokasi di Kampung Selaeurih, RT 03 RW 07, Kelurahan Dayeuh Luhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

BPBD Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjad. Terutama pada malam hari, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau bencana di lingkungan sekitar.