Kabar  

Jangan Sia-siakan Ramadhan, Momentum Memperbaiki Diri dan Kualitas Iman

KABARINDAH.COM, Bandung — Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Rahmat Alamsyah mengatakan bahwa tujuan umat muslim dalam menjalankan ibadah saum adalah membentuk karakter dari setiap pribadi muslim itu sendiri agar lebih baik.

Maka dari itu, menurutnya perintah menjadi orang yang bertakwa sebagai tujuan saum merupakan suatu kehendak dari Allah bagi umat muslim di dunia.

“Secara bahasa ungkapan kutiba ‘alaikumus-siyamuitu adalah perintah yang datang langsung dari Allah yang Maha Tinggi,” ucap Rahmat saat mengisi kajian Ramadhan di YouTube UM Bandung pada Kamis (05/03/2026).

Dalam penjelasannya, Rahmat memaparkan empat jalan utama untuk meraih derajat takwa. Pertama, dia menekankan pentingnya al-khauf ilal Jalli, yakni membangun rasa takut yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Kedua, dia menjelaskan konsep al-amal bit-tanzil di mana setiap muslim harus melaksanakan perintah agama sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

“Ketiga adalah al-qanā’ah bil-qalil, yakni merasa cukup dan rida dengan apa yang Allah tetapkan setelah kita berikhtiar maksimal. Dan yang keempat adalah al-isti’dād li yaumil akhir, sebuah kesadaran untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi hari akhirat melalui amal ibadah yang berkualitas,” tanggapnya

Di samping itu, Rahmat juga menyoroti sikap qanā’ah yang sering disalahartikan. Dia menegaskan bahwa menjadi pribadi yang merasa cukup bukan berarti pasif atau malas.

“Qanā’ah mendidik kita agar tidak mudah tergoda keinginan berlebihan. Namun, kita tetap wajib berusaha keras mencari rezeki yang halal. Jika hasil belum memadai, carilah jalan lain yang diridai Allah. Di situlah letak keseimbangan antara usaha dan keikhlasan,” jelasnya.

Kesempatan emas

Dia mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang bertabur rahmat, pengampunan, dan waktu dikabulkannya doa-doa. Mengutip hadis Rasulullah SAW, dia menyebutkan bahwa orang yang melewatkan rahmat di bulan ini adalah orang yang mengalami kerugian besar.

Kualitas ibadah, lanjutnya, harus didasari oleh tiga hal, yaitu ilmu yang benar, kesesuaian dengan tuntunan, dan keikhlasan. Tanpa dasar yang kuat, ibadah hanya akan menjadi aktivitas fisik tanpa makna spiritual.

“Banyak orang berharap surga dan keselamatan, tetapi tidak melakukan persiapan sungguh-sungguh. Persiapan itu harus dimulai sekarang, melalui ketaatan yang berkualitas di bulan suci ini,” tambahnya.

Dia mengajak seluruh umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan suci ini. Sebagai pesan penutup, dia menegaskan pentingnya perubahan nyata dalam diri setiap muslim setelah menjalani ibadah puasa.

“Mari kita manfaatkan momentum Ramadhan ini untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman. Jangan sampai puasa kita hanya menjadi rutinitas menahan lapar. Namun, mari jadikanlah sebagai sarana pembentukan karakter yang benar-benar siap menghadapi hari akhirat kelak,” pungkasnya.***(FA/FK)