Jalan Baru, Semangat Baru: Warga Perum Prana Kota Sukabumi Rayakan Kemerdekaan dengan Semarak

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Riuh tawa anak-anak berpadu dengan semangat kebersamaan warga mewarnai perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Perum Prana, RT 04 RW 10, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Ahad (16/8/2026). Di tengah keterbatasan ruang, warga tetap menghidupkan suasana 17-an dengan berbagai perlombaan.

Anak-anak mengikuti mini soccer, lomba makan kerupuk, balap kelereng hingga bakiak. Semua kegiatan digelar secara sederhana dengan mengandalkan swadaya masyarakat. Bagi warga, perayaan kemerdekaan bukan sekadar perlombaan.

Momen tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus merawat fasilitas lingkungan yang mereka miliki bersama. Ketua RT 04 Perum Prana, Rizki Mohamad Reza, ST mengatakan, semarak perayaan tahun ini terasa semakin istimewa seiring hadirnya akses jalan baru yang kini telah menjadi jalan raya umum.

“Alhamdulillah dengan hadirnya jalan baru dari wali kota kita patut apresiasi. Siapa pun pemimpinnya, harus tetap kita dukung,” ujar Rizki. Menurut dia, keberadaan jalan baru diharapkan tidak hanya mempermudah akses warga, tetapi juga membawa manfaat lebih luas bagi lingkungan Perum Prana.

Mudah-mudahan terang Rizki, hadirnya jalan baru ini membawa berkah buat kita semua. Perayaan 17-an pun sangat menunjang sekali,” katanya. Di balik kemeriahan lomba, terdapat sebuah lapangan yang menjadi salah satu titik penting bagi warga.

Meski ukurannya tidak besar, warga berupaya mengembangkannya secara bertahap menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Rizki mengatakan pengembangan tersebut dilakukan perlahan dengan semangat gotong royong.

”Walaupun tidak terlalu besar, insya Allah pelan-pelan kita benahi,” ujar Rizki. Lapangan itu diharapkan kelak tidak hanya menjadi tempat perlombaan saat perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, ruang tersebut diproyeksikan menjadi tempat anak-anak bermain dan keluarga berkumpul.

Bagi warga Perum Prana, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti menciptakan ruang bersama. Justru dari tempat yang sederhana itulah semangat kebersamaan tumbuh. “Walaupun kecil, walaupun seadanya, tapi ini milik kita semua. Harus kita kembangkan dan kita jaga sama-sama,” kata Rizki.

Semangat itulah yang membuat perayaan 17 Agustus di Perum Prana terasa lebih dari sekadar pesta rakyat. Di sana, kemerdekaan dirayakan melalui gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan agar fasilitas yang dibangun hari ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan keluarga di masa mendatang.