Bisnis  

Ini Pemicu Rumah Mewah di Semarang Ramai Konsumen

KABARINDAH.COM – Pasar rumah mewah di kota Semarang, Jawa Tengah, dengan rentang harga Rp 1,5 miliar hingga Rp 3 miliar, mengalami kenaikan permintaan selama masa pandemi Covid-19.

Pasalnya, segmen ini cenderung tidak terlalu sensitif dengan harga. Mayoritas konsumen berkantong tebal lebih mementingkan kualitas dan desain bangunan, serta lingkungan perumahan yang sehat dan nyaman.

“Di tahun 2021, saat kasus positif Covid-19 sedang tinggi-tingginya, penjualan rumah mewah di perumahan CitraLand BSB City malah mengalami peningkatan cukup baik. Kenaikannya sekitar 15% dibandingkan tahun 2020,” kata Marketing Manager PT Ciputra Mitra Tunas, Ronny Hermawan, dalam keterangannya di Semarang, Rabu (9/3/2022).

Ronny menjelaskan, rentang harga rumah mewah mulai Rp 1,5 miliar hingga Rp 3 miliar cukup diminati konsumen. Namun, rata-rata rumah di kisaran harga Rp 2 miliar, merupakan tipe yang paling banyak diminati pembeli.

Baca Juga:  Ekonomi Syariah di Dunia Meningkat, BI: Banyak Negara Non Muslim Terapkan Sistem Syariah

“Peningkatan penjualan rumah di CitraLand BSB City ini, kami duga karena di masa pandemi ini banyak pengusaha yang menahan atau mengurangi produksi dan ekspansi bisnisnya. Nah, sebagian dana yang nganggur ini mereka gunakan untuk investasi di properti,” jelasnya.

Di awal tahun ini, lanjut Ronny, tren ini masih berlanjut. Konsumen kelas atas dan high-end lebih memilih tinggal di kawasan yang tidak padat dan lingkungannya masih asri, serta tidak terganggu oleh polusi.

“Kebetulan lingkungan seperti itu memang tersedia di perumahan yang dikembangkan oleh Ciputra Group sejak 2013 di atas lahan seluas 100 hektare di Semarang ini,” tambah Ronny.

Untuk lebih menarik perhatian konsumen berkantong tebal, kata Ronny, Ciputra Group merilis 4 tipe rumah baru bertema Australia Design Series dengan menggandeng konsultan asal Australia, SDA. Konsultan arsitek internasional ini dikenal sangat ahli dalam mengorganisasi tata ruang sehingga rumah terasa sangat lega.

Baca Juga:  Aplikasi BukuMitra Mudahkan UMKM Gunakan Sistem Pembukuan Berbasis Teknologi Finansial

Misalnya saja, jelas Ronny, gaya arsitektur Urban Contemporery Australian Home diimplementasikan pada tata letak ruang open plan atau tidak banyak sekat, dengan menempatkan ruang komunal seperti living room, dining room, kitchen/pantry dalam satu zonasi, membuatnya lebih spacious dan mewah secara visual.

“Mengapa dipilih konsep open plan? Karena salah satu keunggulannya adalah fleksibilitas tinggi bagi penghuni untuk mengatur furnitur sesuai kebutuhan dan personality-nya,” kata Ronny.

Ronny mengatakan, 4 tipe baru ini berada dalam klaster SerenaHill yang terdiri dari tipe Adelaide, Allirea, Anele, dan Alyne. Adapun launching atau peluncuran dilakukan secara bertahap setiap bulan untuk semua tipe, dimana saat ini masih tahap pemasaran soft launching.

Baca Juga:  Keren! YouTube dan Properti Bikin Milenial Ini Sukses Kantongi Cuan

“Kisaran harga kami buka mulai Rp 1,5 miliar, dan untuk memberikan keuntungan maksimal, harga rumah kami rancang setiap 3 bulan kami naikkan, sehingga memberikan capital gain yang menguntungkan kepada pembeli awal. Rata-rata capital gain-nya 10% per tahun,” pungkasnya.