HAB ke-80 Kemenag, Kota Sukabumi Gaungkan Kerukunan dan Sinergi

KABARINDAH.COM Sukabumi–Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) tingkat Kota Sukabumi digelar di MAN 1 Kota Sukabumi, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kementerian Agama sekaligus penguatan komitmen kebangsaan dan kerukunan umat beragama.

Mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, upacara peringatan HAB ke-80 dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki sebagai pembina upacara.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Samsul Puad, dalam sambutannya menyampaikan sejarah singkat lahirnya Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia menjelaskan, Kementerian Agama dibentuk di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tepatnya pada 3 Januari 1946 melalui Penetapan Pemerintah, atas usulan tokoh-tokoh Islam dalam sidang BP-KNIP.

Puad juga mengulas perubahan istilah
peringatan dari Hari Ulang Tahun Departemen Agama menjadi Hari Amal Bakti yang dimulai pada peringatan ke-34 tahun 1980. Menurutnya, perubahan tersebut mengandung makna mendalam agar seluruh aparatur Kementerian Agama tidak terjebak pada seremonial semata.

“Istilah Amal Bakti menekankan pengabdian yang tulus dan dedikasi yang tinggi. Ini pengingat bahwa tugas utama kita adalah melayani umat dan bangsa,” tegasnya.

Selain itu, Puad memaparkan sejarah berdirinya Kementerian Agama Kota Sukabumi. Awalnya, Kemenag Kota Sukabumi merupakan bagian dari Departemen Agama Kabupaten Sukabumi. Pada 1975, Departemen Agama Kota Sukabumi resmi terbentuk dengan kepala kantor pertama H. Muhammad Yunus Hamzah, yang berkantor di Jalan Suryakencana hingga 1982.

“Pada 1 April 1982, kantor sendiri Kemenag Kota Sukabumi di Jalan Taman Bahagia No. 32, Kecamatan Warudoyong, diresmikan oleh Wali Kota Sukabumi saat itu, H. M. Soejoed,” jelasnya. Seiring perkembangan wilayah, cakupan layanan Kementerian Agama Kota Sukabumi kini meliputi tujuh kecamatan dan 33 kelurahan.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki
dalam amanatnya menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan kekuatan strategis dalam membangun bangsa. Ia menyebut kerukunan sebagai energi kebangsaan dan kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan.

“Keberadaan Kementerian Agama adalah sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan,” ujar Ayep mengutip pesan Menteri Agama.

Ayep juga menekankan pentingnya fondasi Kemenag Berdampak yang menyasar sektor ekonomi, pendidikan, dan sosial. Melalui konsep tersebut, seluruh ASN Kementerian Agama dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif, serta responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia turut mengapresiasi dedikasi Kementerian Agama Kota Sukabumi dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat kehidupan keagamaan di daerah. Ayep mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi membangun Kota Sukabumi.

“Mari kita jadikan Kota Sukabumi yang bercahaya, dari Sukabumi untuk Indonesia,” cetus Ayep. Di sela-sela peringatan HAB ke-80, Kementerian Agama Kota Sukabumi juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah madrasah yang menorehkan prestasi di berbagai bidang.