KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi menggelar rapat pimpinan (rapim) di Oproom Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Kamis (26/2/2026). Agenda utama dalam momen itu membahas evaluasi capaian kinerja, penguatan indikator strategis, serta akselerasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026.
Rapim dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, serta dihadiri Sekda Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, para asisten daerah, kepala perangkat daerah, dan sekretaris OPD. Rapat diawali dengan pemaparan perangkat daerah yang dinilai terbaik dalam penyajian Key Performance Indicator (KPI), yakni RSUD R. Syamsudin, S.H. , Dinas Kesehatan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
” Sebanyak 26 indikator kinerja harus saling terhubung dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Target minimal nilai 80 harus menjadi standar kolektif,” ujar Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Ia mengingatkan tentang optimalisasi aset daerah agar menjadi perhatian.
Khususnya penggilingan padi di bawah pengelolaan DKP3 dengan kapasitas produksi 10 ton per hari dan target 250 ton per bulan. “Aset tersebut kita proyeksikan menghasilkan keuntungan hingga Rp1,4 miliar per tahun dengan skema operasional maksimal lima pekerja dan sistem penggajian harian,” jelasnyam
Dalam konteks fiskal, target PAD Tahun 2026 diharapkan sebesar Rp650 miliar, meningkat dari realisasi sebelumnya sebesar Rp491,9 miliar. Realisasi Januari 2026 menunjukkan kenaikan 16 persen secara year on year dengan 19 perangkat daerah sebagai penyumbang PAD, di mana RSUD menjadi kontributor utama.
“Nah, apabila target tidak tercapai, evaluasi harus dilakukan dari lima aspek utama, yaitu sumber daya manusia, manajemen, material pendukung, sistem atau mesin, serta anggaran. Kontrol berkala terhadap capaian akan saya lakukan secara konsisten,” ungkap Ayep. BPKPD ditargetkan meningkatkan PAD sebesar 23 persen dari Rp133,65 miliar menjadi Rp160,6 miliar, dengan realisasi Januari mencapai Rp10 miliar.
Untuk percepatan capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pengelolaan teknis direncanakan dialihkan kepada camat guna memperkuat koordinasi wilayah. Data realisasi PAD per kecamatan menunjukkan variasi capaian. Kecamatan Lembursitu mencatat kenaikan 145 persen, sementara Cikole, Warudoyong, Baros, dan Cibeureum menunjukkan tren positif.
Dalam rapim juga dilakukan peluncuran Air Minum Dalam Kemasan TBW Kota Sukabumi sebagai bagian dari strategi penguatan kemandirian ekonomi dan optimalisasi aset daerah. Produk ini diharapkan menjadi sumber PAD baru sekaligus memperkuat identitas produk lokal Kota Sukabumi.











