KABARINDAH.COM, Sukabumi —Pemkot Sukabumi menggelar The Diplomatic Forum pada 21–22 April 2026 dengan menghadirkan 16 duta besar dari berbagai negara. Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan internasional sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada dunia.
Pada hari pertama, Selasa (21/4/2026), Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyambut langsung para duta besar di Balai Kota Sukabumi. Para diplomat tersebut berasal dari sejumlah negara, di antaranya Armenia, Hungaria, Meksiko, Rumania, Georgia, Kazakhstan, Denmark, Laos, Thailand, Azerbaijan, dan Guatemala.
Usai penyambutan, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 1 Kota Sukabumi. Di sekolah tersebut, para duta besar disambut dengan prosesi adat Sunda yang menampilkan kekayaan budaya lokal sekaligus memperlihatkan karakter pendidikan berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan apresiasi atas kehadiran para duta besar. Ia mengatakan, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi jembatan persahabatan antarbangsa serta sumber inspirasi bagi generasi muda.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, kami mengucapkan selamat datang kepada para duta besar. Kehadiran ini memiliki makna penting sebagai jembatan persahabatan dan inspirasi bagi siswa untuk memiliki wawasan global serta cita-cita tinggi,” ujar Ayep. Ia menambahkan, SMP Negeri 1 Kota Sukabumi merupakan salah satu sekolah unggulan yang menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing internasional.
Pendidikan, kata Ayep menjadi fondasi utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Selain itu, Pemkot Sukabumi juga ingin menunjukkan bahwa kota ini menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman, dan persahabatan.
Para siswa tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai kebersamaan dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Ayep pun mendorong para siswa dan guru untuk memanfaatkan kesempatan langka tersebut sebagai sarana belajar langsung mengenai budaya global dan pentingnya komunikasi internasional.
Berharap lanjut Ayep, kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, termasuk pertukaran pelajar dan pengembangan kapasitas generasi muda.“Semoga kegiatan ini membawa manfaat, mempererat hubungan antarnegara, dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” jelasnya.











