Di FPD DLH, Kota Sukabumi Tegaskan Siap Jalankan Korve Bersihkan Sampah Dua Kali Sepekan

KABARINDAH.COM, Sukabumi– Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan kesiapan menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Dalam Negeri terkait pelaksanaan korve atau kerja bakti rutin dua kali sepekan, setiap Selasa dan Jumat. Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Citamiang, Rabu (11/2/2026).

Forum tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kepala DLH Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah, serta Ketua Restoe Boemi Kia Florita. FPD menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang dinilai semakin mendesak.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah daerah akan menerima surat resmi dari Kementerian Dalam Negeri terkait pelaksanaan korve serentak di seluruh daerah. Pemerintah Kota Sukabumi, kata dia, siap menindaklanjuti kebijakan tersebut.

“Ini merupakan imbauan langsung dari pusat. Selasa dan Jumat akan kita jadikan hari bersih-bersih. Beberapa minggu ke depan akan dilaksanakan kegiatan bersih-bersih secara kolaboratif melibatkan Setukpa Polri, jajaran Polri, seluruh ASN, serta masyarakat,” ujar Bobby. Menurutnya pelaksanaan korve akan diatur melalui pembagian wilayah agar lebih efektif.

Namun, Bobby menekankan, penanganan sampah tidak bisa hanya berfokus di hilir. Edukasi dan perubahan budaya masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah tangga harus menjadi prioritas.

“Kita boleh fokus di hilir agar tidak terjadi penumpukan di TPA atau di badan jalan. Tapi yang paling penting adalah budaya memilah sampah dari rumah, terutama menanamkan kebiasaan itu sejak usia dini,” kata Bobby. Dalam forum tersebut, Pemkot Sukabumi juga menyerahkan secara simbolis motor pengangkut sampah kepada Kecamatan Citamiang. Bantuan ini diharapkan dapat mengakselerasi layanan kebersihan di wilayah kecamatan.

Selain itu, DLH Kota Sukabumi memperkenalkan inovasi Bank Sammi Mengedukasi Setor Sampah Ditukar Pangan (Bakmi Sedap). Program ini mendorong masyarakat untuk memilah sampah dengan insentif nyata. Satu kilogram sampah organik dapat ditukar dengan satu bungkus mi instan.

“Yang ingin kita tanamkan adalah kesadaran bahwa sampah itu punya nilai. Sampah bisa ditukar, bisa bernilai ekonomi, bahkan bisa ditabung emas meski sedikit. Jangan lagi berpikir sampah itu tidak ada gunanya,” ujar Bobby.

Ia menjelaskan, berbagai jenis sampah seperti botol plastik, kaca, hingga limbah elektronik dapat dimaksimalkan pengelolaannya jika dipilah sejak awal. Pemkot Sukabumi juga tengah menggelar sayembara inovasi pengelolaan sampah di 33 kelurahan.

“Nanti akan dipilih tiga kelurahan terbaik yang mendapatkan hadiah uang tunai dan mesin pencacah plastik. Inovasi juara satu, dua, dan tiga harus bisa direplikasi oleh kelurahan lain, karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya satu skema,” katanya.

Kepala DLH Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah menegaskan, pendekatan pengelolaan sampah akan dimulai dari hulu melalui regulasi, edukasi, dan penguatan peran masyarakat. “Kami akan terus mendorong pengurangan dan pemilahan sampah hingga menuju zero waste. Bank Sammi bisa hadir di TPS 3R dan berbagai lokasi, termasuk yang diinisiasi masyarakat. Prinsipnya sederhana, masyarakat membawa sampah, ditukar, dan mendapat manfaat,” ujarnya.

Reni menambahkan, pengelolaan sampah membutuhkan kerja bersama dan konsistensi jangka panjang. Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi warga, Pemkot Sukabumi optimistis persoalan sampah dapat ditangani secara lebih berkelanjutan.