Di FPD, Bappeda Kota Sukabumi Fokus Siapkan Dampak Tol Bocimi dan Kawasan Industri pada 2027

KABARINDAH.COM, SUKABUMI — Forum Perangkat Daerah (FPD) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Sukabumi pada Jumat (13/2/2026) mengerucutkan sejumlah isu strategis yang akan menjadi fondasi perencanaan pembangunan tahun 2027.

Dalam forum tersebut, Kepala Bappeda Kota Sukabumi Hasan Asari memaparkan empat fokus utama yang dinilai krusial untuk menjawab dinamika pertumbuhan kota.

Pertama, persiapan pembangunan strategis sebagai dampak keberadaan Tol Bocimi. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mendorong pertumbuhan wilayah dan meningkatkan konektivitas Kota Sukabumi dengan kawasan sekitarnya. Pemerintah, kata Hasan, harus mampu mengantisipasi efek lanjutan berupa peningkatan arus barang, jasa, dan mobilitas penduduk.

Kedua, aktivasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menurut Hasan, pemerintah perlu hadir di titik-titik keramaian dan simpul ekonomi yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap dinamika urban dan perilaku ekonomi warga.

Ketiga, penyiapan kawasan industri untuk menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan baru. Langkah ini dianggap strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Keempat, optimalisasi sektor ekonomi kreatif yang relevan bagi kawasan perkotaan. Hasan menilai ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan, terutama melalui inovasi dan kolaborasi lintas perangkat daerah.

Dalam forum tersebut juga terungkap, hingga saat ini tercatat sekitar 1.133 inovasi telah dikirimkan oleh masing-masing perangkat daerah. Seluruh inovasi itu akan melalui proses kurasi guna memastikan efektivitas, kebermanfaatan, dan keberlanjutannya.

Bappeda juga berencana membentuk tim inovatif yang beranggotakan aparatur perangkat daerah yang telah berhasil mengembangkan inovasi dan meraih penghargaan. Tim ini diharapkan mampu mentransfer pengetahuan serta praktik baik kepada perangkat daerah lainnya.

Melalui FPD ini, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya menyusun perencanaan yang responsif, realistis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Arah pembangunan 2027 diproyeksikan menitikberatkan pada pengelolaan sampah, penguatan infrastruktur, dan pengembangan ekonomi agar kota semakin tertata, produktif, dan berkelanjutan.

<Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang hadir dalam momen itu menekankan, mulai 2026 dan seterusnya pemerintah harus fokus pada penanganan sampah dan pembenahan infrastruktur. Menurut dia, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu melalui edukasi sejak usia dini. Ia mencontohkan keberhasilan Jepang dalam membangun budaya pengelolaan sampah melalui pendidikan yang konsisten.

”Pengelolaan memang harus dari hulu dan penting dikenalkan kepada warga kota sejak usia dini. Karena itu, Pemkot Sukabumi sering menerima kunjungan siswa PAUD untuk diberikan edukasi pengelolaan sampah,” ujarnya. Selain isu lingkungan, penguatan fiskal daerah juga menjadi perhatian.

Bobby menyampaikan normalisasi pajak daerah akan berjalan efektif apabila diiringi pelayanan publik yang maksimal. Pembangunan infrastruktur yang baik, kata dia, akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan pemerintah.

“Ketika masyarakat melihat kesungguhan pemerintah membangun, mereka akan tergerak bersama-sama meningkatkan fiskal daerah,” katanya. Ia menambahkan, setiap perencanaan pembangunan harus dilandasi visi yang jelas dan harapan yang kuat. Pemerintahan perlu memiliki manifestasi atau impian yang diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Setiap rencana yang kita buat adalah harapan yang dapat terwujud, selama kita tidak kehilangan niat baik dan ikhtiar dalam membangun Kota Sukabumi,” ujar Bobby.