KABARINDAH.COM, Bandung – Pelaksanaan Pra-Pesonamu Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada 20 September 2026 menjadi awal dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru.
Hingga saat ini tercatat 1.629 mahasiswa dengan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah dalam beberapa hari kedepan.
Untuk mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri dari mahasiswa reguler, mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan mahasiswa karyawan.
Di balik jumlah mahasiswa baru yang cukup besar, persiapan Pesonamu 2026 dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Panitia hanya memiliki waktu sekitar 20 hari untuk mempersiapkan rangkaian kegiatan tersebut.
Waktu yang terbatas itu dimanfaatkan dengan berbagai agenda persiapan, mulai dari In House Training, Training of Trainer (TOT) bagi panitia terpilih, hingga orientasi lapangan.
Sebanyak 248 panitia dilibatkan untuk memastikan kegiatan penyambutan mahasiswa baru tersebut dapat berjalan sesuai dengan konsep yang telah dirancang.
Dengan total 1.566 mahasiswa, Pesonamu 2026 menjadi kegiatan yang membutuhkan koordinasi besar. Komposisi peserta terdiri dari mahasiswa reguler, mahasiswa RPL serta mahasiswa karyawan.
Jumlah tersebut kemudian ditangani oleh 248 panitia yang memiliki tugas masing-masing selama kegiatan berlangsung. Persiapan yang dilakukan selama 20 hari menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh kebutuhan mahasiswa baru dapat terakomodasi.
Tim Kesehatan dan Antisipasi Kondisi Maba
Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan, aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Pesonamu.
Tim kesehatan telah mempersiapkan berbagai obat dan peralatan medis untuk memberikan pertolongan pertama apabila terdapat mahasiswa yang membutuhkan penanganan.
Peralatan yang disiapkan di antaranya tabung oksigen, tiang infus, hingga infuse set. Tim kesehatan juga memiliki batas kewenangan dalam memberikan penanganan.
Pertolongan pertama menjadi fokus utama, sedangkan penanganan medis lebih lanjut dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang.
Pada Hari ke-1 sampai ke-3, dokter dan perawat dari Klinik Harapan Batujajar juga disiapkan untuk memberikan penanganan lanjutan apabila diperlukan.
Selain peralatan medis, tim kesehatan menerapkan sistem screening untuk membantu mengidentifikasi mahasiswa yang membutuhkan perhatian lebih cepat.
Setiap mentor diberikan pita yang nantinya diberikan kepada mahasiswa baru sebagai penanda.
Sistem tersebut digunakan untuk mempermudah tim kesehatan dalam memilah mahasiswa yang perlu diprioritaskan ketika membutuhkan penanganan medis.
Pada pelaksanaan hari pertama, tercatat 26 mahasiswa yang masuk ke ruang tim kesehatan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Membawa Budaya Sunda ke Lingkungan Kampus
Pesonamu 2026 memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Secara konsep besar, rangkaian kegiatan masih memiliki tujuan yang serupa.
Namun, tahun ini panitia memberikan penekanan pada delivery value, khususnya dalam memperkenalkan kebudayaan Sunda kepada mahasiswa baru.
Andyka Maulana Prayoga dari Tim Acara Pesonamu 2026 menjelaskan bahwa pendekatan tersebut berkaitan dengan posisi UM Bandung yang berada di wilayah Sunda.
“Kita mau mencoba men-deliver satu kebudayaan Sunda, karena memang Universitas Muhammadiyah Bandung sendiri berada di tanah Sunda.”
Menurut Andyka, pengenalan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penggunaan bahasa atau simbol budaya, tetapi juga membuat mahasiswa baru mengenal kebudayaan Sunda secara lebih dekat. “Saya harapkan mereka bisa mengenal budaya Sunda itu seperti apa.”
Upaya tersebut kemudian diwujudkan melalui perubahan sejumlah elemen dalam konsep Pesonamu.
Jika sebelumnya terdapat nilai “Think Smart, Act Right and Be Impactful”, tahun ini nilai tersebut dikemas menggunakan bahasa Sunda menjadi “Someah Budayana, Luhur Lampahna, Gede Dampakna.”
Maskot Pesonamu, Meraki, juga mendapatkan sentuhan budaya Sunda dengan penggunaan pakaian menak Priangan.
Elemen-elemen tersebut menjadi cara panitia memperkenalkan identitas budaya lokal kepada mahasiswa baru.
Penggunaan unsur budaya Sunda dalam Pesonamu bukan sekadar perubahan konsep visual maupun bahasa.
Bagi panitia, hal tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan lingkungan tempat mahasiswa akan menjalani kehidupan akademiknya.
Peribahasa “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi salah satu gambaran dari pendekatan tersebut.
Mahasiswa yang datang dari berbagai daerah tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik UMB, tetapi dengan budaya yang menjadi bagian dari lingkungan kampus.
Hal ini menjadi semakin relevan karena mahasiswa UM Bandung berasal dari latar belakang daerah yang beragam.
Pengenalan budaya Sunda dapat menjadi salah satu cara agar mahasiswa baru memahami karakter lingkungan tempat mereka menempuh pendidikan.
Ekspektasi Maba dan Persiapan Menghadapi Pesonamu
Persiapan tidak hanya dilakukan oleh panitia. Mahasiswa baru pun mulai mempersiapkan diri sejak beberapa waktu sebelum pelaksanaan Pesonamu.
Salah satunya adalah Firla Nurlis Shodiqin yang mengaku telah mempersiapkan sejumlah kebutuhan sejak jauh-jauh hari.
“Mulai dari persiapan yang sudah saya lakuin itu, dari bulan yang sebelumnya itu saya sudah membeli barang-barang ospek seperti kemeja, rok, dan lain-lain. Terus di seminggu terakhir menuju ospek, saya baru mempersiapkan barang yang memang sudah diinformasikan oleh panitia.”
Persiapan juga dilakukan Khayla Chairunnisa. Selain memastikan tugas individu dan kelompok telah selesai, ia memberi perhatian pada kondisi fisik sebelum mengikuti Pesonamu selama tiga hari.
“Untuk menghadapi Pesonamu 3 hari ke depan, tentunya aku sudah menyiapkan ya tugas-tugas individu, terus tugas kelompok juga sudah disiapin semuanya. Terus tentunya aku mau nyiapin juga kesehatan aku, terus aku juga bakal lebih cukup tidurnya buat menghadapi Pesonamu 3 hari ke depan.”
Persiapan tersebut menunjukkan bahwa Pesonamu tidak hanya menjadi agenda yang dipersiapkan oleh penyelenggara.
Mahasiswa baru juga memiliki persiapan masing-masing, baik dalam memenuhi kebutuhan kegiatan maupun menjaga kondisi tubuh sebelum mengikuti seluruh rangkaian acara.***











