Cuaca Ekstrem Picu Ambruknya Bangunan dan Pangkalan Ojek di Warudoyong

KABARINDAH.COM, Sukabumi- Sebuah bangunan yang berdiri di atas aliran sungai di Jalan KH Ahmad Sanusi RT 03/05, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, ambruk pada Jumat (23/1/2026) . Kejadian ini diduga dipicu oleh kondisi bangunan yang telah lama berdiri di atas sungai serta cuaca yang terjadi di Kota Sukabumi dalam sepekan terakhir, sehingga mengakibatkan pondasi bangunan tergerus aliran air.

Akibat peristiwa tersebut, sebagian bangunan Toko Material Kayu PK Melati Jaya ambruk dan menimpa satu pangkalan ojek serta satu kios yang berada di depannya. Selain menyebabkan kerusakan bangunan, runtuhan juga mengakibatkan aliran sungai tersumbat oleh puing-puing bangunan, potongan kayu, serta peralatan usaha yang terbawa runtuhan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi segera melakukan Assessment Kejadian Longsor Bangunan di lokasi kejadian pada pukul 09.00 WIB. Assessment dilakukan untuk mengidentifikasi dampak kejadian, tingkat kerusakan, serta potensi risiko lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat sekitar.

“Setelah mendapatkan informasi adanya bangunan ambruk di atas aliran sungai, Relawan PMI Kota Sukabumi langsung melakukan assessment di lokasi serta membantu proses evakuasi material bangunan yang menyumbat aliran sungai,” ujar Staf pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, jumat (23/1/2026)

Dinar mengatakan, dalam upaya penanganan, Relawan PMI Kota Sukabumi membantu proses evakuasi material bangunan yang menyumbat aliran sungai. Material yang dievakuasi meliputi puing-puing bangunan, potongan kayu, serta mesin-mesin serut kayu yang tertimbun dan menghambat kelancaran aliran air.

PMI Kota Sukabumi juga melakukan koordinasi dengan leading sektor, di antaranya BPBD Kota Sukabumi, pihak kecamatan dan kelurahan setempat, RT/RW, serta warga masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan guna mempercepat proses pembersihan material, pengamanan lokasi, serta memastikan aliran sungai kembali normal.

Dinar menambahkan, material yang dievakuasi meliputi puing bangunan, kayu, hingga mesin-mesin serut kayu yang terbawa runtuhan. “Evakuasi ini dilakukan untuk memastikan aliran sungai kembali lancar dan mengurangi potensi risiko lanjutan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” tambahnya.

Dinar Mochamad juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seiring masih terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi di Kota Sukabumi.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai, untuk lebih waspada terhadap potensi bencana seperti longsor bangunan dan luapan air saat ini” ujar Dinar.