BPBD Kota Sukabumi Luncurkan 10 Inovasi Unggulan di 2026, Perkuat Mitigasi hingga Pelaporan Bencana Berbasis Digital

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Bencana alam dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi. Menyadari pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi terus melakukan transformasi melalui berbagai program inovatif yang berorientasi pada penguatan mitigasi, edukasi, dan pemanfaatan teknologi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin mengatakan, sepanjang tahun 2026 pihaknya menghadirkan 10 inovasi unggulan sebagai upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat sekaligus mempercepat respons penanganan bencana.

“Bencana tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Namun, kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan kita bersama. Karena itu, BPBD Kota Sukabumi terus bertransformasi dan berbenah melalui kolaborasi, teknologi, dan edukasi yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Yoseph.

Salah satu inovasi yang menjadi andalan adalah SUKABUMI (Susur Kampung Berbasis Mitigasi). Program ini mendorong petugas BPBD turun langsung ke lingkungan warga untuk memetakan potensi risiko bencana sekaligus memperkuat upaya mitigasi berbasis masyarakat.

Selain itu, melalui program JEMPOL SOCA (Jemput Bola Sosialisasi Bencana), BPBD aktif mendatangi berbagai komunitas dan lingkungan warga guna memberikan edukasi kebencanaan tanpa menunggu masyarakat datang ke kantor.

Upaya membangun budaya sadar bencana juga dilakukan melalui program BPBD Goes to School yang menyasar pelajar di berbagai sekolah. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang mitigasi dan kesiapsiagaan sejak usia dini.

Dalam aspek penanganan darurat, BPBD mengembangkan SIPENA (Kolaborasi Penanganan Bencana) yang mengintegrasikan sinergi lintas sektor agar respons kebencanaan berjalan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Sementara itu, program KATABABE (Kelurahan Tangguh Bencana Berdaya) diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelurahan agar mampu mandiri dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya masing-masing.

BPBD juga menghadirkan BPBD CARE, sebuah ruang pelayanan informasi dan edukasi publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi terkait kebencanaan.

Transformasi digital turut menjadi perhatian melalui pembentukan Relawan Digital BPBD, yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai sarana pelaporan cepat kejadian bencana dari lapangan. Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat alur informasi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat wilayah, BPBD menyusun SOP Cepat Tangguh Kelurahan, yaitu panduan standar penanganan bencana yang dapat menjadi acuan bagi perangkat kelurahan saat menghadapi situasi darurat.

Di bidang data dan perencanaan, BPBD mengembangkan SIDANA (Sistem Informasi Data Bencana) yang menyediakan basis data kebencanaan secara akurat, transparan, dan berbasis teknologi guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Adapun dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat, BPBD menggagas program Media Partner Tangguh, yakni kolaborasi dengan media lokal untuk memastikan informasi kebencanaan yang disampaikan kepada masyarakat bersifat valid, cepat, dan terhindar dari hoaks.

Menurut Yoseph, seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BPBD Kota Sukabumi dalam membangun ekosistem kebencanaan yang lebih adaptif dan responsif. Melalui keterlibatan masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, relawan, hingga media massa, diharapkan terwujud Kota Sukabumi yang semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.