Beasiswa Bercahaya Wali Kota Sukabumi 2026 Diluncurkan, 319 Mahasiswa Terima Bantuan

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot  Sukabumi mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,03 miliar untuk program Beasiswa Bercahaya Wali Kota Sukabumi 2026. Program ini menyasar 319 mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Kota Sukabumi sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan indeks pendidikan daerah.

Peluncuran program beasiswa tersebut berlangsung di Secret Village, Ahad (25/10/2026). Beasiswa Bercahaya menjadi salah satu program unggulan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana untuk mendorong masyarakat memperoleh pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Pada tahun anggaran 2026, Pemkot Sukabumi menyiapkan dana sebesar Rp1.031.250.000 yang bersumber dari APBD Kota Sukabumi. Program ini menggunakan pendekatan berbasis kewilayahan dan disabilitas agar kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, program beasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membenahi indeks pendidikan. Namun, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan kepada mahasiswa.

Menurut Ayep, pemerintah juga akan berupaya membantu warga yang belum memiliki ijazah pendidikan dasar dan menengah agar dapat menyelesaikan pendidikannya. “Terutama nanti, pertama kita melaksanakan Beasiswa Bercahaya untuk menaikkan indeks pendidikan. Yang kedua, akan menyelesaikan pendidikan-pendidikan yang hari ini tidak punya ijazah SD, SMP, dan SMA,” ujarnya.

Ayep menegaskan, tidak boleh ada lagi siswa yang berhenti sekolah di wilayah Kota Sukabumi. Untuk itu, peran aparatur kewilayahan, khususnya lurah, dinilai penting dalam memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan.

Para lurah lanjut Ayep haru lebih aktif mengidentifikasi persoalan pendidikan di wilayah masing-masing dan memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan penanganan.“Tidak boleh ada lagi siswa yang berhenti sekolah di satu kelurahan,” tegasnya.

Ayep menambahkan, Pemkot Sukabumi membuka peluang untuk menambah alokasi beasiswa pada tahun-tahun berikutnya. Penambahan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Sukabumi, Fajar Rajasa mengatakan, Beasiswa Bercahaya merupakan program unggulan kepala daerah yang dirancang untuk memberikan dukungan pendidikan hingga jenjang sarjana. Pemkot Sukabumi menargetkan sebanyak 700 orang menerima beasiswa tersebut selama lima tahun masa kepemimpinan Ayep Zaki dan Bobby Maulana.

“Dalam lima tahun ke depan, targetnya 700 orang mendapatkan beasiswa ini,” kata Fajar. Pada pelaksanaan 2026, sebanyak 319 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima beasiswa. Proses seleksi dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan lembaga pendidikan terkait.

Bantuan tersebut dirancang untuk mendukung mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan sarjana. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya membantu mahasiswa melanjutkan kuliah, tetapi juga mendorong mereka menuntaskan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana.

Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sukabumi, Indri menyampaikan, penerima Beasiswa Bercahaya 2026 berasal dari enam perguruan tinggi. Universitas Nusa Putra menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 103 mahasiswa. Berikutnya, Politeknik Sukabumi sebanyak 85 mahasiswa dan Universitas Linggabuana PGRI (UNLIP) Sukabumi sebanyak 35 mahasiswa.

Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menerima alokasi 40 mahasiswa, STIE PASIM Sukabumi sebanyak 35 mahasiswa, serta STISIP Syamsul Ulum sebanyak 21 mahasiswa. Secara keseluruhan, jumlah penerima beasiswa dari enam perguruan tinggi tersebut mencapai 319 mahasiswa.