Awal Tahun, Wali Kota Sukabumi Pimpin Rapat Implementasi Optimalisasi Pajak Daerah

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Sukabumi menggelar rapat koordinasi guna membahas implementasi optimalisasi pajak daerah, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota, Ahad (4/1/2026). Pembahasan difokuskan pada strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi pemungutan dan pengelolaan pajak daerah secara efektif, transparan, dan akuntabel.

Rapat tersebut dihadiri pula Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi dan para kepala perangkat daerah terkait. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, pajak daerah merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antarperangkat daerah dalam melakukan pendataan, pengawasan. Serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“Optimalisasi pajak daerah harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, tanpa memberatkan masyarakat, namun tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kepastian hukum,” ujar Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas evaluasi capaian pajak daerah tahun berjalan, identifikasi potensi pajak yang belum tergarap maksimal, serta langkah-langkah inovatif dalam mendukung digitalisasi sistem perpajakan daerah.

Melalui rapat ini kata Ayep, Pemkot Sukabumi berharap implementasi optimalisasi pajak daerah dapat berjalan lebih optimal. Sehingga berdampak positif terhadap peningkatan PAD dan mendukung percepatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi.

Dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mewujudkan tata kelola perpajakan daerah yang bersih dan berintegritas. Wali Kota menekankan, tidak boleh ada pungutan liar (pungli) dalam bentuk apa pun kepada wajib pajak oleh oknum aparatur pemerintah.

Ayep menegaskan, tidak diperkenankan meminta atau menerima apa pun dalam bentuk apa pun dari wajib pajak, serta wajib pajak dilarang memberikan sesuatu kepada petugas pajak. Seluruh proses pemungutan pajak daerah harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Apabila terbukti terdapat praktik pungutan liar atau pelanggaran dalam proses perpajakan daerah, baik dilakukan oleh aparatur maupun pihak terkait, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Wali Kota Sukabumi. Rapat ini turut membahas evaluasi realisasi pajak daerah, penguatan pengawasan internal, serta pemanfaatan sistem digital guna meningkatkan transparansi dan kepatuhan wajib pajak.

Melalui rapat ini, Pemkot Sukabumi berharap optimalisasi pajak daerah dapat berjalan secara maksimal, bersih dari praktik pungli. Serta mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah demi mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kota Sukabumi.