BANDUNGMU.COM, Semarang — Lazismu Jawa Barat meraih predikat Lazismu Terbaik Nasional dalam ajang Muhammadiyah Zakat Summit 2026 yang digelar di Rajawali SCC, Semarang, Jumat (6/11/2026).
Tidak hanya penghargaan utama, Lazismu Jawa Barat juga memborong tiga penghargaan lainnya dalam Lazismu Award 2026.

Capaian tersebut meliputi kategori pertumbuhan ZISKA terbaik, program sosial dakwah melalui inisiatif Masjid untuk Pelosok Negeri, serta penyusunan laporan keuangan terbaik.
Muhammadiyah Zakat Summit 2026 mengusung tema “Penguatan Ekosistem Zakat Nasional dan Global”.
Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus penguatan peran lembaga zakat Muhammadiyah dalam membangun tata kelola zakat yang profesional dan berdampak luas.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais mengapresiasi kontribusi Lazismu wilayah terhadap capaian penghimpunan zakat nasional.
Menurutnya, kontribusi daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong pertumbuhan penghimpunan dana zakat secara nasional.
“Saya mengapresiasi terutama teman-teman di wilayah yang berkontribusi sangat besar dari total penghimpunan nasional. Luar biasa, sekali lagi kita beri applause untuk teman-teman,” ujarnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Barat Hafiz Yefriadi menyampaikan rasa syukur atas empat penghargaan yang diraih tersebut.
Ia mempersembahkan capaian itu kepada seluruh amil dan penggerak Lazismu di berbagai daerah di Jawa Barat.
“Sampurasun! Rampes! Alhamdulillah, terima kasih. Ini persembahan untuk kami, Lazismu Jawa Barat,” ungkapnya saat menerima penghargaan.
Perkuat Jejaring dan Inovasi Program
Hafiz menjelaskan, capaian tersebut didukung oleh jaringan kelembagaan Lazismu Jawa Barat yang tersebar di berbagai daerah.
Saat ini, Lazismu Jawa Barat memiliki 27 kantor daerah tingkat kabupaten/kota dan lima Kantor Layanan Lazismu (KLL) tingkat wilayah.
Jaringan tersebut diperkuat melalui sinergi dengan dua Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), dua fasilitas rumah sakit, serta satu pondok pesantren. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan dan pendayagunaan dana zakat.
Selain penguatan kelembagaan, Lazismu Jawa Barat juga mengembangkan sejumlah program yang menyasar kebutuhan masyarakat.
Salah satunya program Masjid untuk Negeri yang diwujudkan melalui pembangunan musala di kawasan tempat pembuangan sampah (TPS) Bandung Selatan.
Program tersebut bertujuan menyediakan sarana ibadah yang layak bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan yang tinggal di kawasan marjinal.
Upaya ini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas keagamaan yang bersih dan nyaman.
Pada sektor ketahanan pangan dan tanggap bencana, Lazismu Jawa Barat juga menghadirkan inovasi makanan siap saji dalam kemasan kaleng.
Produk tersebut terdiri atas berbagai menu, seperti olahan nasi, ikan, hingga rendang, yang dirancang agar praktis, tahan lama, dan mudah didistribusikan ketika terjadi bencana.
Zakat Harus Berdampak pada Pengentasan Kemiskinan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengapresiasi kontribusi Lazismu dalam mendukung berbagai upaya pengentasan kemiskinan.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Zakat Lazismu ini, khususnya yang telah membantu kami untuk menyejahterakan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Bendahara PWM Jawa Tengah Sofyan Anif mengingatkan bahwa besarnya penghimpunan zakat harus diikuti dengan dampak nyata bagi masyarakat miskin.
Menurutnya, Lazismu perlu terus memperkuat peran sebagai instrumen pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.
“Paling tidak masih ada 24–25 juta penduduk kita yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Maka, kehadiran Lazismu harus betul-betul bisa dirasakan sebagai salah satu instrumen untuk mengentaskan kemiskinan di negara kita,” tegasnya.
Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latif juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dalam pengelolaan zakat.
Ia mengingatkan seluruh pengelola Lazismu agar memperkuat akuntabilitas dan transparansi, mulai dari penghimpunan, pengelolaan, hingga pendistribusian dana zakat.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta. Kuatkan akuntabilitas dan transparansi pada aspek penghimpunan, pengelolaan, maupun pendistribusian yang inklusif menjangkau banyak pihak,” pesannya.
Empat penghargaan yang diraih Lazismu Jawa Barat menjadi capaian sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperluas inovasi program, dan memastikan dana zakat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.











