KABARINDAH.COM, Sukabumi— Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membuka program Tailor Made Training (TMT) ABT Batch 2 Tahun 2026 di Pudak Arum Pendopo Kabupaten Sukabumi, Ahad (11/10/2026). Program ini mendapat tambahan kuota 100 paket pelatihan untuk memperluas kesempatan masyarakat meningkatkan keterampilan dan memasuki dunia kerja.
Pembukaan program tersebut dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman. Program pelatihan vokasi ini menyediakan sejumlah fasilitas bagi peserta, mulai dari uang saku, asuransi, konsumsi, hingga sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sebelumnya, sebanyak 400 peserta mengikuti tahap perdana program tersebut. Pelatihan juga terbuka bagi penyandang disabilitas dengan dukungan 10 lembaga mitra.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Reny Rosyida Muthmainnah, menandatangani kerja sama pelatihan vokasi.
Menaker Yassierli menyampaikan rencana penguatan program pemagangan nasional bagi lulusan baru. Pemerintah juga merencanakan pembangunan pusat pelatihan vokasi khusus penyandang disabilitas di Bekasi.

” Penguatan pelatihan vokasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan kompetensi sekaligus membuka peluang kerja yang lebih inklusif,” kata Yassierli. Tambahan kuota 100 paket pelatihan di Kabupaten Sukabumi pun diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Tantangannya bukan hanya memperbanyak jumlah peserta pelatihan. Melainkan memastikan kompetensi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan vokasi diharapkan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, pelatihan vokasi harus dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan secara langsung di dunia kerja. “Pelatihan vokasi memiliki peran untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya.
Asep meminta perangkat daerah memetakan kebutuhan kompetensi tenaga kerja berdasarkan potensi lokal Kabupaten Sukabumi. Sektor yang menjadi perhatian antara lain pertanian, agroindustri, pariwisata, industri pengolahan, hingga jasa.
Menurut Asep, kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan industri menjadi hal penting agar lulusan tidak hanya memiliki sertifikat. Tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan oleh pemberi kerja.











