Sebaran Abu Vulkanik ke Sukabumi, PMI Bagikan Masker kepada Siswa Disabilitas

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bergerak memberikan perlindungan kepada kelompok rentan menyusul terdeteksinya sebaran partikel abu vulkanik yang mencapai wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya. Salah satu upaya dilakukan dengan membagikan masker kepada siswa SLB A Budi Nurani di Jalan Lio Balandongan, Kota Sukabumi.

Selain masker, PMI juga memberikan edukasi kepada para siswa mengenai langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik. Mayoritas siswa di SLB A Budi Nurani merupakan penyandang disabilitas netra. Karena itu, edukasi diberikan dengan pendekatan yang mudah dipahami agar para siswa mengetahui pentingnya menggunakan masker dan menjaga kesehatan ketika berada di lingkungan yang berpotensi terpapar abu.

Staf Pelayanan Markas PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons atas permintaan dari pengurus panti yang berada di sekitar SLB A Budi Nurani. ”Kegiatan ini juga menyusul permintaan dari pengurus panti, mereka menyampaikan kondisi dan kebutuhan masker bagi anak-anak yang tinggal di asrama. Kami kemudian merespons dengan memberikan masker sekaligus edukasi kepada mereka,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Menurut Dinar, PMI menilai permintaan tersebut penting untuk segera direspons karena para siswa dan penghuni panti termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam situasi ancaman paparan abu vulkanik.


Dinar mengatakan, penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan partikel abu, khususnya ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.

“Kami juga memberikan edukasi kepada anak-anak dan pendamping agar tetap tenang, tetapi waspada. Kalau harus keluar ruangan, gunakan masker dan ikuti arahan dari guru maupun pendamping,” ujar Dinar.

Kepala SLB A Budi Nurani, Ramayanti mengatakan, pihak sekolah telah mengambil langkah antisipasi dengan menerapkan pembelajaran secara daring untuk sementara waktu. “Untuk sementara kegiatan belajar kami lakukan secara daring. Ini sebagai bentuk kehati-hatian karena kondisi lingkungan saat ini. Kami tetap ingin anak-anak belajar, tetapi kesehatan dan keselamatan mereka menjadi prioritas,” ujarnya.

Menurut Ramayanti, kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena sebagian siswa maupun alumni masih tinggal di asrama atau panti yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

“Ada sekitar 30 orang, baik siswa maupun alumni, yang tinggal di asrama atau panti di sekitar sini. Jadi kami tetap harus memperhatikan kondisi mereka, termasuk kesehatan dan keselamatannya,” katanya.

SLB A Budi Nurani terang Ramayanti mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Sukabumi yang sudah datang memberikan masker dan edukasi kepada anak-anak. Hal ini sangat membantu dan berarti terutama dalam memberikan pemahaman kepada siswa bagaimana menjaga diri dalam kondisi seperti sekarang.

Ramayanti berharap kondisi segera kembali normal sehingga aktivitas pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Pembagian masker dan edukasi kepada siswa SLB A Budi Nurani menjadi bagian dari respons kemanusiaan PMI untuk memastikan kelompok penyandang disabilitas tetap mendapatkan perlindungan dan informasi di tengah situasi yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

PMI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.