KABARINDAH.COM, Sukabumi– Turnamen Tenis Meja PWI Cup II Kota Sukabumitidak hanya menjadi ajang adu kemampuan dan sportivitas para atlet. Tetapi turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Sedikitnya 500 peserta mengikuti turnamen tersebut. Menariknya, para peserta tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan wilayah lainnya, di antaranya Bandung, Cimahi, Bogor, Tangerang hingga Garut.
Kehadiran ratusan peserta dari luar daerah secara tidak langsung memberikan efek berganda bagi perekonomian Kota Sukabumi. Peserta yang datang bersama tim maupun pendamping membutuhkan akomodasi, konsumsi, transportasi hingga kebutuhan lainnya selama berada di Kota Sukabumi.
Ketua PWI Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani, mengatakan, penyelenggaraan PWI Cup II menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, PWI tidak ingin kegiatan yang digelar hanya berhenti pada aspek pertandingan olahraga.
Namun, setiap kegiatan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai sektor, termasuk perekonomian masyarakat. “Dari sisi lain, kegiatan turnamen tenis meja ini ternyata bisa menggeliatkan perekonomian di Kota Sukabumu,” terang Ikbal
Hotel-hotel terisi, kemudian pelaku UMKM juga mendapatkan dampak karena peserta yang datang dari luar daerah tentu membutuhkan makanan dan berbagai kebutuhan selama berada di Sukabumi.
Ikbal menilai, kedatangan peserta dari berbagai kota merupakan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk-produk unggulan Kota Sukabumi. Terlebih, peserta yang datang tidak hanya berada di lokasi pertandingan.
Mereka juga berpotensi mengunjungi pusat kuliner, tempat oleh-oleh, pusat perbelanjaan maupun destinasi lainnya selama berada di Kota Sukabumi. “Artinya, ada pergerakan ekonomi yang muncul. Peserta datang, menginap, makan, membeli oleh-oleh, menggunakan transportasi dan berbelanja. Ini yang kami lihat sebagai multiplier effect dari kegiatan olahraga,” ujarnya.
Ikbal menambahkan, PWI Kota Sukabumi ingin terus hadir dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, insan pers memiliki peran yang luas dalam mendorong berbagai kegiatan positif di daerah.
“PWI ingin turut hadir berkontribusi dalam berbagai sektor,” tutur Ikbal. Tidak hanya olahraga, tetapi juga bagaimana kegiatan yang kami laksanakan bisa memberikan manfaat terhadap ekonomi masyarakat dan memperkenalkan potensi Kota Sukabumi kepada masyarakat luar daerah.
Supervisor Lampion, Sherly Fitriani Nurli, mengatakan, terdapat peserta tenis meja yang datang membeli produk makanan khas Sukabumi untuk dibawa pulang ke daerah asal mereka. Kedatangan peserta dari luar daerah menjadi kesempatan tersendiri bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal, khususnya mochi yang selama ini dikenal sebagai salah satu makanan khas Kota Sukabumi.
“Alhamdulillah, peserta tenis meja ada juga yang datang ke sini. Mereka membeli oleh-oleh untuk dibawa ke kampung halamannya,” ujar Sherly. Ia mengatakan, pembelian oleh-oleh oleh peserta dari luar daerah menunjukkan bahwa kegiatan yang mendatangkan banyak orang ke Kota Sukabumi dapat memberikan dampak terhadap pelaku usaha.
Apalagi, peserta yang datang dari berbagai daerah memiliki potensi untuk menjadi sarana promosi produk lokal secara langsung. Produk yang mereka beli dan bawa pulang dapat dikenal oleh keluarga maupun masyarakat di daerah asalnya. “Ini tentu menjadi hal yang positif bagi kami sebagai pelaku usaha. Ketika ada kegiatan dengan peserta dari luar kota, mereka bisa mengenal produk Sukabumi dan kemudian membawanya pulang,” katanya.

Perhelatan olahraga dengan jumlah peserta yang cukup besar pada dasarnya dapat menciptakan efek ekonomi berantai. Pengeluaran peserta selama mengikuti kegiatan tidak hanya berhenti di arena pertandingan, tetapi menyebar ke berbagai sektor usaha. Mulai dari hotel dan penginapan, rumah makan, pedagang kaki lima, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM dapat merasakan peluang dari mobilitas masyarakat yang datang ke suatu daerah.
Kondisi tersebut menjadi semakin menarik ketika sebuah turnamen mampu menarik peserta dari luar kota. Sebab, peserta dari luar daerah biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk berada di lokasi dibandingkan peserta lokal. Dengan demikian, kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkenalkan Kota Sukabumi sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala regional.
PWI Kota Sukabumi pun berharap kegiatan seperti PWI Cup dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong promosi potensi daerah. Selain memperkuat silaturahmi antarpeserta dan insan pers, turnamen tersebut sekaligus mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dengan produk-produk lokal Sukabumi.
“Harapannya, ke depan kegiatan seperti ini semakin besar. Pesertanya semakin banyak, bukan hanya dari Jawa Barat tetapi juga dari daerah lainnya. Kalau semakin banyak orang datang ke Sukabumi, tentu semakin banyak pula sektor ekonomi masyarakat yang bergerak,” pungkas Ikbal.
PWI Cup II akhirnya tidak hanya mencatat pertandingan di atas meja tenis. Di balik kompetisi dan perolehan gelar juara, terdapat aktivitas ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.











