KABARINDAH.COM, Sukabumi—Peluang bekerja di Jepang mulai dipersiapkan sejak bangku sekolah oleh SMA Negeri 5 Kota Sukabumi. Melalui program vokasi khusus, siswa yang berminat bekerja di Negeri Sakura mendapat pengayaan bahasa Jepang secara intensif sejak kelas X sebagai bekal memasuki dunia kerja setelah lulus.
Program tersebut menjadi salah satu inovasi pendidikan yang mendapat apresiasi Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat melakukan kunjungan kerja ke SMAN 5 Kota Sukabumi, Rabu (12/8/2026). Berbeda dengan program vokasi yang mengubah struktur pembelajaran utama, program di SMAN 5 Kota Sukabumi tetap mengacu pada kurikulum nasional.
Sekolah memberikan tambahan pembelajaran bahasa Jepang secara intensif untuk mempersiapkan siswa yang memiliki orientasi bekerja di Jepang. Bobby menilai langkah tersebut merupakan terobosan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus dapat menjadi salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran di Kota Sukabumi.
“Ini merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang luar biasa,” ujar Bobby. Menurut dia, tingkat pengangguran terbuka Kota Sukabumi yang masih berada di peringkat ketiga di Jawa Barat menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui berbagai inovasi pendidikan dan ketenagakerjaan.
Karena itu, penguatan program vokasi ke Jepang dinilai perlu didukung melalui kolaborasi antara sekolah, lembaga pelatihan kerja (LPK), Dinas Tenaga Kerja, hingga perusahaan di Jepang. “Kita optimistis angka pengangguran dapat terus ditekan secara signifikan melalui kolaborasi strategis antara sekolah, LPK, Disnaker, dan perusahaan di Jepang,” katanya.
Bobby mengatakan, orientasi pendidikan menuju dunia kerja internasional juga harus tetap diimbangi dengan penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya lokal. Hal itu turut menjadi perhatian dalam kunjungannya ke SMAN 5 Kota Sukabumi.
Pemkot Sukabumi saat ini menggulirkan program pertunjukan Roadshow Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK se-Kota Sukabumi. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
Edukasi budaya tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda. Bobby menegaskan, kemampuan bersaing di tingkat internasional harus berjalan beriringan dengan penguatan identitas budaya.











