KABARINDAH.COM, Sukabumi—Penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air terus dilakukan di Kota Sukabumi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, sejak 17 Juni hingga 10 Agustus 2026, sedikitnya 108.700 liter air bersih telah didistribusikan ke berbagai titik di Kota Sukabumi.
Distribusi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Perumda Air Minum, Satlantas Polresta Sukabumi, kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta sejumlah unsur masyarakat.
Wilayah yang mendapatkan bantuan tersebar di Kecamatan Baros, Lembursitu, Warudoyong, Citamiang, Cibeureum, dan Cikole. Distribusi pertama tercatat pada 17 Juni 2026 di SLB Budi Nurani, Jalan Lio Balandongan, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, dengan bantuan 3.500 liter air.
Selanjutnya, pada 30 Juni, sebanyak 20.000 liter air disalurkan ke Kampung Cikundul Hilir, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 221 kepala keluarga atau sekitar 1.300 jiwa.
Kampung Cikundul Hilir kembali mendapatkan distribusi air pada 14 Juli, 23 Juli, dan 2 Agustus 2026. Pada tiga distribusi tersebut, total 25.000 liter air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Bantuan juga menjangkau wilayah Nanggerang, Kampung Kubang Kulon, Kelurahan Lembursitu, sebanyak 5.000 liter pada 22 Juli dan 5.000 liter lagi pada 10 Agustus 2026.
Sementara di Kecamatan Warudoyong, distribusi air dilakukan di Jalan Palasari, Kelurahan Sukakarya, pada 23 Juli dengan volume 5.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau warga di sejumlah RW yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Memasuki Agustus, penyaluran air bersih semakin meluas. Pada 3 Agustus, sebanyak 8.000 liter air didistribusikan ke Jalan Parigi, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong. Sehari berikutnya, 9.000 liter air disalurkan ke dua lokasi di Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, yakni Kampung Doa Ibu dan Jalan Lamping.
Distribusi melibatkan Satlantas Polresta Sukabumi, Polsek, Koramil Citamiang, serta PK KNPI Kecamatan Citamiang. Pada 6 Agustus, warga Jalan Cicadas, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Lembursitu, juga menerima 5.000 liter air. Bantuan tersebut menyasar 100 kepala keluarga atau sekitar 216 jiwa.
Distribusi berlanjut pada 7 Agustus. Sebanyak 8.200 liter air dikirim ke Jalan Nangela, Kelurahan Baros, untuk memenuhi kebutuhan sekitar 90 kepala keluarga atau 320 jiwa. Pada hari yang sama, 5.000 liter air disalurkan ke Jalan Ciandam, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, yang mencakup sekitar 260 kepala keluarga atau 730 jiwa.
Dua hari kemudian, pada 9 Agustus, sebanyak 5.000 liter air kembali disalurkan ke Jalan Babakan Bandung, Kelurahan Subang Jaya, Kecamatan Cikole, dengan sasaran sekitar 260 kepala keluarga atau 730 jiwa.
Secara keseluruhan, berdasarkan data penerima yang tercantum dalam laporan BPBD, distribusi tersebut telah menjangkau sedikitnya 3.308 kepala keluarga atau sekitar 12.261 jiwa, di luar penerima pada lokasi SLB Budi Nurani yang tidak dicantumkan dalam data jumlah jiwa.
BPBD Kota Sukabumi menyebut permohonan distribusi air bersih dari wilayah terdampak disampaikan melalui PMI maupun Satlantas Polresta Sukabumi, dengan tembusan kepada BPBD Kota Sukabumi. Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau.











