KABARINDAH.COM, Sukabumi—Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, kecepatan dan akurasi data menjadi faktor krusial dalam proses penanganan darurat. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi terus melakukan inovasi layanan berbasis teknologi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, memperkenalkan Sistem Informasi Data Bencana (SIDANA) sebagai terobosan baru dalam pengelolaan data kebencanaan yang lebih cepat, terintegrasi, dan akurat. “SIDANA hadir sebagai sistem yang mengintegrasikan seluruh data kejadian bencana, hasil asesmen Tim Satgas Penanggulangan Bencana, hingga distribusi logistik penanganan darurat,” ujarnya.
Menurut Yoseph, sistem ini dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam situasi darurat, sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran. SIDANA membawa sejumlah manfaat strategis, di antaranya percepatan respons penanganan bencana melalui penyajian data real-time yang membantu arah distribusi bantuan dan pengerahan personel di lapangan.
Selain itu, sistem ini juga meningkatkan akurasi data dengan meminimalisir potensi kekeliruan informasi, yang kerap menjadi tantangan dalam situasi tanggap darurat. Dari sisi tata kelola, SIDANA juga menjadi wujud komitmen BPBD Kota Sukabumi terhadap transparansi dan akuntabilitas publik dalam penanganan kebencanaan.
“Melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan budaya gotong royong, kita ingin mendorong terwujudnya Kota Sukabumi yang semakin tangguh bencana,” ungkap Yoseph. BPBD Kota Sukabumi mengajak masyarakat untuk turut menyebarluaskan informasi ini sebagai bagian dari peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana di wilayah setempat.











